Pengelolaan Pariwisata Belum Optimal, Sekda: Semua Pihak Mesti Terlibat untuk Pengembangan

Kapuas Hulu

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 196

Pengelolaan Pariwisata Belum Optimal, Sekda: Semua Pihak Mesti Terlibat untuk Pengembangan
PADAT PENGUNJUNG - Tempat wisata Sarai Berunyau Kecamatan Bunut Hulu dipadati pengunjung saat perayaan Idulfitri 2018. Tempat ini sudah mulai menjadi perhatian Pemda, pengembangannya telah dilakukan menggunakan dana desa. (SP/Syafari)
Warga Putussibau, Udi Rusmanto
"Yang kita sayangkan, kekayaan alam begitu banyak, namun belum mampu diolah oleh Pemda untuk mensejahterakan kehidupan masyarakat Kapuas Hulu"

PUTUSSIBAU, SP - Kabupaten Kapuas Hulu banyak memiliki potensi tempat-tempat wisata, namun sayangnya pengelolaan sektor pariwisata belum optimal, sehingga belum mampu memberikan dampak terhadap kehidupan perekonomian masyarakat.

Warga Putussibau, Udi Rusmanto mengatakan, Kapuas Hulu memiliki kekayaan Sumber Daya Alam (SDA) yang sangat luar biasa, seperti kandungan barang tambang yang terdapat di dalam bumi. Selain itu, juga memiliki berbagai jenis flora dan fauna yang beraneka ragam, dan tidak kalah dari lainnya keindahan alam yang sangat eksotik.

"Yang kita sayangkan, kekayaan alam begitu banyak, namun belum mampu diolah oleh Pemda untuk menyejahterakan kehidupan masyarakat Kapuas Hulu," katanya, Senin (2/7).

Dijelaskannya, selama ini pengelolaan sektor pariwisata hanya terpusat di Taman Nasional Betung Kerihun (TNBK) dan Taman Nasional Danau Sentarum (TNDS). Sementara keindahan alam lain seperti danau, air terjun, riam dan sebagainya banyak di Kapuas Hulu yang belum pernah tersentuh oleh Pemda untuk dikelola.

"Sektor pariwisata itu sangat menjanjikan bila dikembangkan dengan benar. Kita harus belajar dengan Bali dan Yogyakarta dalam pengelolaan pariwisata," terangnya.

Menanggapi itu, Sekda Kapuas Hulu, Muhammad Sukri mengatakan, dalam mengembangkan sektor pariwisata semua pihak harus dilibatkan, termasuk peran serta masyarakat, demi meningkatkan kualitas pengelolaan jumlah kunjungan wisatawan.

"Beberapa pihak harus dilibatkan seperti pelaku asosiasi, industri, akademisi, masyarakat dan pemerintah demi kemajuan sektor pariwisata di Bumi Uncak Kapuas," ungkapnya.

Diterangkannya, jika melibatkan semua pihak, maka program pariwisata di Kapuas Hulu dapat memberikan dampak besar terhadap masyarakat. Danau Sentarum contohnya, banyak didapatkan destinasi wisata unggulan, seperti wisata budaya, petualangan, dan tempat wisata alam lainnya.

"Jika potensi wisata ini dikelola sebaik mungkin, maka tidak kalah dengan destinasi wisata lainnya di Indonesia," ungkapnya.

Dikatakannya, saat ini yang menjadi kendala dalam pengembangan sektor pariwisata terletak pada infrastruktur yang masih jauh tertinggal bila dibandingkan dengan daerah lain. Oleh karena itu, Sekda berharap pemerintah pusat dapat memberikan perhatian dalam pengembangan pembangunan pariwisata di Kapuas Hulu.

"Dalam percepatan pembangunan di Kapuas Hulu, sangat diperlukan sinergisitas antara Pemda, Pemprov dan pemerintah pusat," pungkasnya.

Miliki Banyak Potensi

Anggota DPRD Kapuas Hulu, Nurjanah Aini, mendukung Pemerintah Daerah (Pemda) Kapuas Hulu untuk mengembangkan sektor pariwisata, mengingat Bumi Uncak Kapuas memiliki banyak potensi tempat wisata.

Ia mencontohkan, seperti tempat wisata yang ada di Kota Putussibau yakni Taman Pulau Kambing. Tempat tersebut sangat layak dikembangkan, karena sangat indah dan bagus, selain itu lokasinya juga sangat dekat. 

"Sebenarnya kita tidak perlu jauh-jauh mencari tempat wisata, sebab di dalam Kota Putussibau saja banyak tempat wisata yang indah," katanya.

Jika Taman Pulau Kambing ditata dengan sedemikian rupa, maka nantinya akan menjadi tempat wisata favorit masyarakat Putussibau. Untuk penataan, ia meminta perlu mendapatkan bantuan khusus dari Pemda.

"Dinas Pariwisata dan instansi lainnya juga harus membantu dalam mengembangkan tempat wisata Pulau Kambing ini," pungkasnya. (sap/pul)