Aparat Penegak Hukum Gencar Sosialisasi Karhutla di Perbatasan

Kapuas Hulu

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 68

Aparat Penegak Hukum Gencar Sosialisasi Karhutla di Perbatasan
PASANG BALIHO - TNI dan Polri di perbatasan bersinergi mensosialisasikan pencegahan Karhutla. Salah satunya dengan memasang baliho Maklumat Kapolda Kalbar, di Simpang Tiga Mataso, Dusun Talas, Desa Pulau Manak, Kecamatan Embaloh Hulu. (SP/Syafari)
PUTUSSIBAU, SP - TNI dan Polri Kapuas Hulu terus bersinergi menyosialisasikan pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah perbatasan RI-Malaysia.

Salah satu cara yang dilakukan, dengan pemasangan baliho maklumat Kapolda Kalbar nomor Mak/02/II/2018 tanggal 21 Februari 2018, berisi tentang kewajiban, larangan dan sanksi pembakaran hutan dan lahan.

"Lokasi pemasangan di Simpang Tiga Mataso, Dusun Talas, Desa Pulau Manak, Kecamatan Embaloh Hulu. Kita memasang ini dengan anggota Polsek dan Koramil 1206-05 Embaloh Hulu," ujar Kapolsek Embaloh Hulu, Iptu Salmansyah, Senin (23/7) kemarin. 

Dijelaskannya, pemasangan baliho tersebut, dimaksudkan untuk memberikan imbauan kepada seluruh masyarakat agar tidak lagi melakukan ladang berpindah-pindah dan membuka hutan dengan cara berpindah.

"Sebab begitu banyak permasalahan akibat dari pembakaran hutan dan lahan, sebagaimana yang termuat di dalam Maklumat Kapolda," terangnya

Adapun isi dari maklumat tersebut, dampak dari sisi asap saja, dapat merusak saraf otak, menghambat kecerdasan dan pertumbuhan anak-anak. Mengganggu aktifitas belajar anak sekolah, menimbulkan penyakit infeksi saluran pernafasan akut, menghambat transportasi penerbangan, lalu lintas di darat dan lalu lintas di laut, menghambat pertumbuhan ekonomi.

"Sedangkan dari sisi hukum, kepada pelaku pembakaran hutan dan lahan, diancam pidana penjara maksimal 10 tahun, dan denda maksimal Rp10 miliar," jelasnya

Semua sudah tertuang di UU No 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan, UU No 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, dan UU No 39 Tahun 2014 tentang Perkebunan.

Sementara itu, Kapolres Kapuas Hulu, AKBP R Siswo Handoyo, berharap kepada seluruh masyarakat, khususnya di Kecamatan Embaloh Hulu, untuk tidak lagi melakukan pembakaran hutan dan lahan.

"Agar tidak terjadi musibah kebakaran, dan tidak ada korban dari penegakkan hukum dalam perkara pembakaran hutan dan lahan," pungkasnya. (sap/pul)