Saling Ejek, Pelajar SMAN 1 Bunut Hilir Babak Belur Dikeroyok Teman Sekelas

Kapuas Hulu

Editor Indra W Dibaca : 645

Saling Ejek, Pelajar SMAN 1 Bunut Hilir Babak Belur Dikeroyok Teman Sekelas
Ilustrasi. (Net)
PUTUSSIBAU, SP - Tindakan kekerasan dan premanisme masih terjadi di dunia pendidikan. Seorang pelajar babak belur setelah dikeroyok oleh teman sekelasnya pada saat proses belajar mengajar berlangsung.

Aksi brutal tersebut terjadi di SMAN 1 Bunut Hilir, Kecamatan Bunut Hilir, Kamis (2/8). Pengeroyokan dilakukan terhadap seorang siswa bernama Angga Mahendra karena dipicu saling ejek.

Kepada Suara Pemred, Angga Mahendra mengaku, pada saat kejadian, siswa bernama Angga Saputra pelajar Kelas X IPS II bersama temannya Solihin dan Yendra, mengolok-ngolok nama orangtuanya dan mengucapkan kata-kata kotor yang tidak pantas diucapkan.

"Terjadilah perkelahian saya dikeroyok tiga orang itu, saat itu masih dalam proses jam pelajaran dan sedang tidak ada guru," katanya, Jumat (3/7).

Selanjutnya, pengeroyokan kedua kembali dilakukan pada jam pelajaran kedua. Kali ini sekitar 10 siswa melakukan pengeroyokan terhadap dirinya.

"Akibat kejadian itu, bagian mata sebelah kanan saya memar, bengkak dan pengelihatan saya kabur," terangnya.

Selain itu telinga sebelah kanannya juga tidak bisa mendengar dan tangan kanannya bengkak akibat menangkis pukulan.

"Bagian belakang dan rusuk kanan serta leher saya juga sakit. Tidak hanya dipukul saya juga dicakar," terangnya.

Orang tua korban, Paridawati menjelaskan, akibat dari pemukulan tersebut anaknya tidak berani untuk bersekolah karena masih diancam oleh pelaku. Selain itu, korban juga saat ini masih demam panas dan menahan rasa sakit akibat pengeroyokan.

"Dia sudah saya bawa berobat ke Puskesmas Bunut Hilir, rencananya besok Sabtu (4/8) akan dibawa ke RS Putussibau untuk mendapatkan perawatan medis," katanya.

Atas kejadian tersebut, pihaknya telah membuat pengaduan ke pihak sekolah dan Polsek Bunut Hilir. Dimana berdasarkan keterangan dari pihak sekolah akan memanggil orang tua pelaku dan korban pada Senin (6/8).

"Dari Polsek juga mengatakan menunggu pelimpahan dari pihak sekolah," terangnya.

Diterangkannya, atas kejadian tersebut pihak sekolah juga telah memasukkan sebagian pelaku tersebut ke dalam buku kasus sekolah.

"Saya menyayangkan tindakan premanisme terjadi di dunia pendidikan dan saat jam pelajaran berlangsung," katanya.

Ia meminta agar kejadian ini tidak kembali terjadi, pihak sekolah harus segera menyelesaikannya dan harus memberikan efek jera terhadap pelaku, sebab perbuatan tidak terpuji ini tidak hanya merugikan korban tapi juga mencoreng nama sekolah. (sap)