Perkelahian Siswa SMAN1 Bunut Hilir Dipicu Saling Ejek

Kapuas Hulu

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 139

Perkelahian Siswa SMAN1 Bunut Hilir Dipicu Saling Ejek
Ilustrasi. (Net)
PUTUSSIBAU, SP - Kepala Sekolah SMAN 1 Bunut Hilir, Taya Sari Rahmawati, membenarkan adanya perkelahian antar pelajar di sekolahnya tersebut, pada Kamis (2/8).

Sebelumnya, sempat beredar pemberitaan di beberapa media, baik online maupun cetak terkait hal tersebut. Pihak sekolah langsung mencari kebenaran dari kejadian tersebut.

"Kami telah meminta keterangan dari guru dan siswa yang menjadi saksi peristiwa itu," katanya, Minggu (5/8).

Diceritakannya, perkelahian itu terjadi saat mata pelajaran ke 4-6, dimana guru yang mengajar saat itu mendadak berangkat ke Putussibau dikarenakan ada keluarganya yang sakit.

"Guru itu lupa meninggalkan tugas karena mendadak berangkatnya," terangnya.

Saat itu, kedua guru piket sekolah sama-sama dalam keadaan sakit. Perkelahian diawali dengan candaan sesama teman antara AS dan AM, kemudian diikuti oleh teman-temannya yang lain. Karena tidak tahan dengan gurauan temannya, AM mendorong kepala AS sambil mengatakan "Jadi Uy Nungak Aku".

"AS tidak senang dengan AM yang mendorong kepalanya, namun tidak terjadi perkelahian, gurauan masih terus berlanjut," jelasnya.

Karena merasa sudah tidak tahan dengan guruan temannya, AM emosi dengan menghentak meja sambil mengatakan, "Kesabaran Aku Udah Abes" dan kemudian terjadilah perkelahian pertama.

"Saat itu perkelahian bisa diselesaikan di dalam kelas tanpa diketahui oleh guru," terangnya.

Memasuki waktu istirahat pukul 11.45 WIB, berjalan dengan tenang. Siswa melaksanakan salat zuhur. Selanjutnya lonceng masuk dibunyikan 12.15 WIB. Ketika siswa berjalan menuju kelas, AM lebih dulu berada di dalam, ketika melihat AS memasuki ruang kemudian AM berkata 'tedik aku napan siap, pituk aku udah buka baju lawan silah'.

Mendengar hal tersebut, AS berjalan menuju AM kemudian memegang baju bagian depan AM dengan mengatakan 'nanak kita dua betumok agik nusah takut"'. Kemudian ditanggapi oleh AM sehingga terjadilah perkelahian yang kedua.

"Di sela-sela peristiwa, AM berbicara tidak pantas. Mendengar keributan, siswa lain berdatangan dan perkelahian tak terelakan," jelasnya.

Siswa lain yang melihat kejadian tersebut, ada yang melerai dan ada juga yang membantu salah satu dari siswa yang berkelahi itu. Yang membantu yakni YF dan SH.

"Kejadian yang kedua ditangani oleh kesiswaan dan selesai secara damai," terangnya.

Saat AM dan AS masuk ruang kelas, ditanya oleh guru yang sedang mengajar ada masalah apa? kemudian dijawab 'nesik bu, cuma salah paham', dan pelajaran tetap berlanjut sampai waktu pulang.

"Pada Jumat (3/8) AM meminta izin ke Puskesmas karena badannya sakit. Tidak lama kemudian ibunya mendatangi sekolah dan diberi jawaban masalah tersebut akan diselesaikan pada Senin (6/8)," tuturnya. 

Dikatakan Kepsek, AM tidak babak belur sebagaimana yang diberitakan sebelumnya, namun diakuinya, berdasarkan pemeriksaan perawat Puskesmas Bunut Hilir, hanya terlihat bengkak di tangan kanannya.

"Tidak ada lebam, luka ataupun sejenisnya, dia sempat bercerita kepada temannya ada dipukul orang tuanya," terangnya.

Sementara itu, Guru SMAN 1 Bunut Hilir Khairus Sholihin menerangkan, pihaknya akan mengundang orang tua wali kelas X IPS, dengan tujuan untuk mempertemukan orang tua yang anaknya bertikai.

"Permasalahan ini nantinya akan diselesaikan secara musyawarah dan damai. Kita harapkan ini tidak terulang kembali, kami akan selalu memantau perkembangan siswa," ucapnya.

Diakuinya, disetiap sekolah memang terdapat anak-anak yang nakal. Ke depan siswa ini nantinya akan diberikan perhatian lebih khusus.

"Mereka akan kita panggil secara berkala, khususnya dari BPBK," katanya.

Ditegaskannya, permasalahan ini akan diselesaikan di lingkungan sekolah dan tidak dilimpahkan ke polisi. Namun apabila ada pihak yang merasa tidak puas, dipersilahkan untuk membawanya ke jalur hukum. (sap/pul)