Perjuangan Khairi untuk Pendidikan, Anak Nelayan yang Kini Mengenyam S2

Kapuas Hulu

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 131

Perjuangan Khairi untuk Pendidikan, Anak Nelayan yang Kini Mengenyam S2
Khairi Kamsidi Yanto
Anak seorang nelayan tentu juga harus memiliki cita-cita yang tinggi, dan bahkan bisa meraihnya. Hal tersebut kini dirasakan oleh Khairi Kamsidi Yanto.

SP - Pria kelahiran, Nanga Bunut, 16 Februari 1995 ini, saat ini sedang menempuh pendidikan S2 Hukum di Perguruan Tinggi Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak. 

Dikatakan Khairi, awalnya tidak pernah bermimpi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, mengingat kondisi perekonomian orang tua yang tidak memungkinkan.

"Berkat usaha, doa dan niat serta tekad yang kuat saya mendapatkan kesempatan untuk kuliah S1 melalui beasiswa bidik misi 2012 dan outraching," kenangnya, Selasa (7/8).

Saat itu dirinya mampu menyelesaikan study S1 dengan waktu yang tergolong cepat, hanya 8 semester dengan mendapat predikat mahasiswa lulus dengan pujian.

"Saat itu IPK akhir saya 3,54," kata pria yang akrab disapa KKY ini.

Mendapatkankan, gelar sarjana, tidak lantar membuatnya berpuas diri. Bahkan ia lebih termotivasi lagi untuk melanjutkan pendidikan S2 Hukum di Untan Pontianak.

"Semangat belajar yang tinggi menjadi motivasi saya melanjutkan S2 Hukum," terangnya.

Ia mulai mengambil Magister Hukum Untan Pontianak pada 2016 lalu, dimana untuk biayanya sepenuhnya ditanggung oleh orang tua.

"Alhamdulillah walaupun pekerjaan orang tua saya sebagai perangkat desa dan nelayan, namun saya bangga beliau masih bisa menguliahkan saya sampai S2," ungkapnya.

Biasanya memasuki masa liburan, tidak jarang ia pulang ke kampung halaman untuk membantu orang tua mencari ikan di Danau Miyuban.

"Saya sangat mengerti dan merasakan, bagaimana sulitnya orang tua saya dalam menguliahkan saya," tuturnya.

Merasakan sakitnya menjadi nelayan, membuatnya tidak mau menyia-nyiakan waktu untuk menyelesaikan S2 di Untan Pontianak.

"Alhamdulillah proses study S2 saya saat ini sudah sampai tahap akhir yaitu penulisan tesis, tinggal bimbingan dan sidang saja lagi," terangnya.

Alumni SMAN 1 Bunut Hilir ini mengatakan, dengan ilmu yang sudah diperolehnya dan melihat kondisi Kapuas Hulu saat ini, ia termotivasi untuk terjun ke politik agar mampu memberikan manfaat bagi orang banyak.

"Rakyat itu bukan penonton, pemerintah digaji dengan uang rakyat. Jadi jelas pemerintah harus memberikan pelayanan yang terbaik untuk rakyat," jelasnya.

Menurutnya, saat ini masih banyak masyarakat Bumi Uncak Kapuas yang hidup di bawah garis kemiskinan, sementara para elite politik sibuk mencuri simpati rakyat, menjanjikan mimpi dan sok peduli.

"Padahal setelah mendapatkan kedudukan politik, rakyat dilupakan. Saya menilai sejauh ini eksekutif dan legislatif belum bekerja secara optimal," tutupnya. (syafari/pul)