Warga Putussibau Keluhkan Gas Melon Langka

Kapuas Hulu

Editor Indra W Dibaca : 186

Warga Putussibau Keluhkan Gas Melon Langka
Ilustrasi. (Net)
PUTUSSIBAU,SP-  Kelangkaan gas elpiji 3 kilogram terjadi di wilayah Putussibau, Kabupaten Kapuas Hulu sejak sepekan terakhir.
Kesulitan memperoleh gas melon ini menjadi keluhan masyarakat.
Warga Putussibau Utara, Yunus mengatakan, kelangkaan gas elpiji 3 kilogram atau gas melon terjadi sudah hampir sepekan. Akibat dari kelangkaan ini warga kesulitan untuk melakukan aktifitas sehari-hari seperti memasak.

"Selain itu, usaha rumahan pun menjadi terhambat, warga sangat dirugikan atas kelangkaan gas elpiji ini," katanya, Rabu (8/8)

Ditambahkannya, jika pun ada warung pengecer yang berjualan gas elpiji, jumlahnya sangat terbatas dan dengan harga yang mahal yakni berkisar antara Rp30 ribu hingga Rp35 ribu per tabungnya.

"Kita khawatirnya dengan kelangkaan gas elpiji ini dimanfaatkan oleh pengecer untuk menjual dengan harga yang tinggi," tuturnya.

Seorang pqengecer gas elpiji di Kecamatan Putussibau Utara menerangkan, dirinya terpaksa menjual dengan harga yang mahal yakni Rp35 ribu per tabung dikarenakan modal pembeliannya yang sudah tinggi.

"Modalnya sudah tinggi dari sananya, jadi mau tidak mau kita juga harus menaikkan harga, ini pun gasnya hanya tinggal dua tabung saja lagi," jelasnya. Pria yang enggan namanya disebutkan ini mengakui bahwa memang akhir-akhir ini dirinya juga sudah jarang mendapatkan gas elpiji 3 kilogram dari para penyalur, dimana ketersedian gas elpiji 3 kilogram sudah sangat terbatas dan langka.

Sementara, Bendahara Komunitas Organisasi Pembauran Rakyat (Kompor) Kapuas Hulu, Sultana Faisal BQ menduga, kelangkaan gas elpiji 3 kilogram disebabkan permainan di tingkat tengkulak (pengecer), dimana mereka membeli dari pangkalan dengan harga murah yakni sekitar Rp22 ribu pertabung dan menjual dengan harga yang mahal.

"Mereka menjualnya mulai dari Rp30 ribu sampai Rp35 ribu per tabung," katanya.

Untuk itu, ia berharap ke depan Pemda Kapuas Hulu harus membuat aturan terkait Harga Eceran Tertinggi (HET) di tingkat toko-toko pengecer, agar kelangkaan dan tingginya harga jual gas tidak kembali terjadi.

"Selain itu, pangkalan juga harus lebih selektif dalam menyalurkan gas kepada para pengecer," harapnya.

Sultana mengatakan, pihaknya akan segera mengadakan investigasi kelapangan guna menstabilkan harga jual gas dan ketersediannya.

"Kelangkaan gas sudah sering terjadi bahkan polisi pernah turun langsung melakukan pengecekkan kegudang-gudang," terangnya. (sap)