Puskesmas Pengkadan Bantah Telantarkan Pasien

Kapuas Hulu

Editor Angga Haksoro Dibaca : 257

Puskesmas Pengkadan Bantah Telantarkan Pasien
Jembatan Bika tempat anggota Bawaslu kecelakaan
Putussibau, SP – Kepala Puskesmas Pengkadan, Surya Dharma, mengklarifikasi keluhan Ketua Bawaslu Kapuas Hulu, Mustaan soal buruknya birokrasi dan pelayanan kesehatan.  

Menurut Surya Dharma, kasus penanganan pasien anggota Bawaslu, Amru Mujahiddin, hanya missed komunikasi. Pihaknya menerima informasi yang salah soal posisi ambulance yang mogok.  

Kepala Puskesmas Pengkadan Surya Dharma, menjelaskan  pada Minggu (7/10) sekitar pukul 00.19 WIB, stafnya menelepon mengatakan petugas Puskesmas Tepuai hendak meminjam ambulance untuk membawa pasien dirujuk ke Pontianak.  

“Saat itu ambulance yang mereka gunakan dari Putussibau menuju Pontianak mogok di Bukit Biru,” kata Surya Dharma, Senin (8/10).  

Menurut Surya Dharma, ambulance di Puskesmas Tepuai tidak ada sopir. “Saya mengiyakan peminjaman ambulance itu asal sopirnya dari kita. Sopir kita yang paham seluk beluk ambulance tersebut,” katanya.  

Sekiar pukul 01.03, Surya Dharma meminta sopir membawa ambulance ke Tepuai. Namun saat tiba di Tepuai, ambulance yang mogok dan keluarga pasien tidak ada.  

“Sopir langsung ke Bukit Biru. Tapi ambulance dan keluarga pasien juga tidak ada. Selanjutnya dia ke Belikai dan juga kembali tidak menemukan keluarga pasien,” kata Surya Dharma.  

Karena tidak menemui orang yang dicari, sopir Puskesmas Pengkadan memutuskan kembali pulang. “Sopir pikir ambulance tadi sudah diperbaiki dan bisa melanjutkan perjalanan ke Pontianak. Itu sekitar pukul 02.15 WIB sampai 03.30 WIB,” ujar Surya Dharma.  

Surya Dharma kemudian menghubungi Willy Munandar, warga yang mobilnya digunakan untuk mengantar Amru ke Pontianak. “Ternyata ada mised komunikasi dari pihak Bawaslu. Sebenarnya ambulance mogok bukan di Bukit Biru, Kecamatan Hulu Gurung, tapi di Seneban, Kecamatan Sejiram,” kata Surya Dharma.  

Kepala Puskesmas Hulu Gurung, dr Dammianus Tarigan mengatakan, informasi yang mereka terima kurang akurat. Mereka menerima informasi ambulance mogok di Bukit Biru dan pihaknya sudah menyediakan ambulance dari Puskesmas Menendang.  

“Ambulance sudah sampai ke Bukit Biru bahkan ke Belikai, tapi tidak ditemukan ambulance yang mogok. Ternyata mereka menunggu di Desa Seneban, padahal jarak Belikai dan Seneban itu jauh,” ujar Dammianus Tarigan.  

Sebelumnya Ketua Bawaslu Kapuas Hulu, Mustaan, mengeluhkan buruknya birokrasi dan pelayanan kesehatan di Kabupaten Kapuas Hulu. Angotanya yang sakit di-pingpong petugas puskesmas hingga telantar di perjalanan. (sap)