Jembatan Desa Kayu Bunga Putus

Kapuas Hulu

Editor Angga Haksoro Dibaca : 146

Jembatan Desa Kayu Bunga Putus
Nanga Pinoh, SP – Jembatan bekas perusahaan hak pengusahaan hutan di Desa Kayu Bunga, Kapuas Hulu hanyut terbawa banjir. Akses menuju desa di wilayah Belimbing Hulu dan Kecamatan Sayan terputus.  

Kepala Desa Kayu Bunga, Andreas menerangkan, dua jembatan yang berada di ruas jalan eks perusahaan HPH dari arah Simpang Polres Melawi hanya terbuat dari kayu.  

Jembatan ini pernah menjadi akses mengangkut kayu milik perusahaan HPH. Setelah tidak lagi beroperasi, jembatan dimanfaatkan oleh warga. “Jembatan putus ini berada di kilometer 19 dan 20. Jembatan ini menghubungkan Desa Nusa Kenyikap (Belimbing), dengan Desa Kayu Bunga (Belimbing Hulu), hingga ke Dusun Runting, Desa Nanga Pak (Sayan),” kata Andreas, Jumat (12/10).  

Sebelum ada jembatan, akses utama menuju Desa Kayu Bunga ke ibu kota kabupaten memanfaatkan tranportasi sungai dari Desa Nanga Keberak  atau dari Desa Pemuar. Waktu tempuh biasa mencapai satu hari.  

“Setelah ada jembatan ini, akses sungai jarang digunakan karena jarak tempuh menggunakan jembatan lebih cepat.  Warga bisa menggunakan kendaraan roda dua melalui Desa Nusa Kenyikap,” jelasnya.  

Akibat putusnya dua jembatan ini, masyarakat kesulitan beraktivitas. “Jembatan ini sejak ditinggal perusahaan HPH karena tutup, tidak pernah diperbaiki oleh pihak manapun baik itu pemerintah. Hanya diperbaiki melalui swadaya masyarakat,” kata Andreas.  

Alasannya pemerintah tidak dapat memperbaiki atau membangun jembatan permanen menggunakan dana pemerintah, karena kawasan tersebut masuk area hutan lindung. (eko)