Masuk Kawasan Hutan, 2 Desa di Kapuas Hulu Terisolir

Kapuas Hulu

Editor Angga Haksoro Dibaca : 429

Masuk Kawasan Hutan, 2 Desa di Kapuas Hulu Terisolir
Putussibau, SP - Dua desa di Kecamatan Kalis terisolir akibat jalan penghubung dari desa ke kota kecamatan rusak parah. Jalan menuju Desa Bahenap dan Desa Kensurai masuk dalam kawasan hutan.  

Kepala Desa Bahenap, Ermius Edi mengatakan terisolirnya Desa Bahenap dan Desa Kensurai karena ruas jalan Tekuda-Tanjung yang menghubungkan desa dengan kecamatan rusak berat.  

“Jalan tidak bisa dibangun karena masuk dalam kawasan hutan. Kondisi rusaknya jalan itu sudah berlangsung lama,” kata Ermius Edi, Kamis (18/10).  

Padahal ruas jalan Tekuda-Tanjung sangat dibutuhkan masyarakat untuk mengangkut barang dan orang. “Susah jika ada yang sakit. Terpaksa harus ditandu karena jalannya tidak bisa dilewati,”  ujar Ermius Hadi.  

Jalan sepanjang 15 Kilometer tersebut statusnya merupakan jalan kabupaten. Akibat rusaknya jalan tersebut berpengaruh pada harga barang kebutuhan pokok yang mahal. “Mereka juga kesulitan untuk menjual hasil pertanian seperti kopi dan lainnya,” kata Ermius Hadi.  

Kepala Bidang Fisik Prasarana dan Pengembangan Wilayah, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kapuas Hulu, Budi Prasetyo menyampaikan, pihaknya mengusulkan 83 desa di Kapuas Hulu dikeluarkan dari kawasan hutan.  

“Saat ini progresnya sudah dilakukan inventarisasi dan verifikasi oleh tim inver PPTKH Provinsi Kalbar,” kata Budi Prasetyo.

Tujuan mengeluarkan desa dari kawasan hutan agar memudahkan pembagunan infrastruktur. Sebab pembangunan desa yang masuk kawasan hutan harus mendapat izin pinjam pakai ke Kementrian Kehutanan.  

“Selain itu akibat masuk kawasan hutan, masyarakat juga kesulitan membuat sertifikat tanah,” terangnya (sap).