BUMDes Trigadu Produksi Bola Standar Internasional

Kapuas Hulu

Editor Angga Haksoro Dibaca : 73

BUMDes Trigadu Produksi Bola Standar Internasional
Sambas, SP - Mungkin tak ada yang menduga potensi yang dimiliki Desa Trigadu di Kecamatan Galing, Kabupaten Sambas.  Saat kebanyakan orang mengenal Sambas karena jeruknya, Desa Trigadu mampu produksi bola kaki berstandar dunia.

Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Trigadu, mampu membuat bola kaki berstandar internasional. Para pembuatnya pemuda kampung putus sekolah.

“Inisiatif ini kita lihat dari kebutuhan dan peluang pasar. Jika bicara tentang potensi yang tampak di mata, semua desa di Kabupaten Sambas serupa. Sama- sama punya jeruk, karet, lada, padi, sungai dan lain lain,” kata Kepala Desa Trigadu, Sugianto, Minggu (4/11).

Apa yang dilihat oleh Sugianto adalah anak-anak muda di desa yang menganggur. Serta potensi nilai jual bola kaki yang merupakan olah raga paling digemari.

“Berdasarkan hal ini, kami aparat desa berinisiatif mendatangkan ahli pembuat bola kaki dari Madiun, ketua UMKM di sana. Selama 10 hari dia mengajari 10 pemuda di Desa Trigadu untuk membuat bola kaki,” ujar Sugianto.

Alhasil, selama 10 hari dilatih oleh tenaga ahli para pemuda Desa Trigadu cekatan membuat bola kaki. “Diluar dari yang kita buat pada saat pelatihan, mereka sudah membuat 30-an bola kaki. Ini semua sudah ada pembelinya, harganya Rp 250 ribu per bola,” ucapnya.

Bola kaki merek ‘3GD Sport’ ini mulai masuk pasaran. Beberapa turnamen amatir tingkat desa mulai menggunakan bola kaki produksi sendiri.

“Sudah dipakai pada beberapa kali turnamen antar desa. Alhamdulillah respon mereka puas dengan bola tersebut. Standarnya sudah sesuai, yakni berat bola 450 gram. Kemarin ada pesanan 20 bola dari desa lain,” ujar Sugianto.

Kades Sugianto saat ini mengupayakan mempatenkan merk bola kaki ‘3GD Sport’ untuk memperluas pasar penjualan. “Saya sedang mengikuti pelatihan untuk mempatenkan hak merek 3GD ini.”

Produksi bola kaki ‘3GD Sport’ bukan tanpa kendala. Mereka belum memiliki mesin jahit otomatis dan bahan baku bola PU dan vinyl masih didatangkan dari Madiun.  

“Nantilah jika sudah berkembang, kami akan mengadakan mesin tersebut. Saat ini pembuatannya masih manual menggunakan jahitan tangan,” ujar Sugianto. (sap)