SD 03 Nanga Dua Kekurangan Guru dan Ruang Kelas

Kapuas Hulu

Editor Angga Haksoro Dibaca : 147

SD 03 Nanga Dua Kekurangan Guru dan Ruang Kelas
Putussibau, SP - Sekolah Dasar (SD) Negeri 03 Nanga Dua, Kecamatan Bunut Hulu, kekurangan tenaga pengajar dan ruang kelas.    

Kepala SDN 03 Nanga Dua, Acong menceritakan sekolahnya hanya memiliki 4 ruang kelas. Karena kekurangan ruang kelas tersebut, terpaksa satu ruangan disekat untuk tempat belajar dua kelas. “Kelas I  digabung dengan kelas II, kelas III dengan kelas IV dan Kelas V dengan kelas VI” kata Acong, Senin (5/11).  

Akibat kekurangan ruang kelas tersebut proses belajar menjadi tidak efektif. Siswa kesulitan menerima pelajaran yang diterangkan para guru. “Kondisi ruang kelas yang seperti itu membuat siswa ribut saat jam belajar,” tuturnya.  

SD 03 Nanga Dua hanya memiliki empat guru dan hanya kepala sekolah yang juga merangkap guru yang berstatus pegawai negeri sipil. Sementara dua orang guru lainnya tenaga honorer dan seorang lagi merangkap penjaga sekolah.  

“Jumlah kami yang terbatas harus mengajar 74 siswa dari kelas I sampai VI,” ujar Acong.  

Guru honorer SD 03 dibayar menggunakan dana bantuan operasional sekolah Rp 700 ribu per bulan. Masalah kekurangan guru dan kelas ini sering disampaikan ke Dinas Pendidikan Kapuas Hulu namun belum ada realisasinya.  

Anggota DPRD Kapuas Hulu, Fabianus Kasim mengatakan sekolah harus mengajukan proposal penambahan guru dan ruang kelas ke Dinas Pendidikan Kapuas Hulu.  

“Karena anggaran dinas terbatas, biasanya mereka membicarakan lagi dengan dewan. Apakah nanti (anggarannya) melalui pokok pikiran dewan atau dinas,” katanya.  

DPRD bertujuan menjembatani aspirasi masyarakat dengan pemerintah. Menurut Fabianus Kasim pendidikan sangat penting. “Intinya saya berkomitmen mendorong dan memperjuangkan kemajuan dunia pendidikan.” (sap)