Reses DPRD, Dewan Kunjungi Daerah Terpencil Kapuas Hulu

Kapuas Hulu

Editor Angga Haksoro Dibaca : 214

Reses DPRD, Dewan Kunjungi Daerah Terpencil Kapuas Hulu
Putussibau, SP - Anggota DPRD Kapuas Hulu, Fabianus Kasim, melakukan kunjungan ke Desa Nanga Dua dan Batu Tiga, Kecamatan Bunut Hulu selama masa reses DPRD.  

Kunjungan tersebut dalam rangka menyerap aspirasi masyarakat, sekaligus melihat langsung situasi dan kondisi pembangunan di wilayah tersebut. Kunjungan itu dilakukan sejak 1-4 November 2018.  

“Ini salah satu tugas anggota Dewan mengunjungi dusun dan desa untuk melihat langsung kondisi di sana,” kata Fabianus Kasim, Selasa (6/11).  

Sejumlah aspirasi didapat melalui kunjungan antara lain warga berharap jalan penghubung Desa Nanga Dua - Desa Batu Tiga segera dilakukan peningkatan kelas jalan. Jalan tersebut sudah tidak layak dilalui kendaraan bermotor.  

“Sementara jika ditempuh dengan berjalan kaki memakan waktu tujuh sampai delapan jam,” kata Fabianus Kasim.  

Selain itu, masyarakat juga meminta dibangun pembangkit listrik tenaga mikro hidro. Warga di dua desa ini belum pernah menikmati fasilitas penerangan listrik PLN.  

“Masyarakat meminta saya untuk mengusulkan PLTMH. Masyarakat juga mengharapkan pembangunan sektor pertanian dan perkebunan, serta jalan tani,” jelasnya.  

Masyarakat Desa Nanga Dua dan Batu Tiga meminta wilayah desa mereka yang masuk dalam kawasan hutan lindung agar segera dikeluarkan. Mereka kesulitan mengolah lahan yang masuk kawasan hutan konservasi.  

Kepala Desa Batu Tiga, Rusdi menyambut baik kegiatan kunjungan anggota Dewan. Menurut Rusdi, baru kali ini Fabianus Kasim melakukan kunjungan ke wilayahnya.  

Usulan masyarakat tersebut dianggap penting, karena pembangunan tidak dapat hanya mengandalkan dana desa, namun juga harus dibantu dana APBD kabupaten maupun provinsi.  

Tokoh Masyarakat Desa Nanga Dua, Simon menjelaskan masalah yang dihadapi saat ini adalah pendidikan yang kurang memadai, bangunan sekolah rusak, termasuk tenaga guru yang terbatas.   “Di Desa Nanga warga kebanyak tamatan SD, SMP, dan sebagian kecil SMA,” katanya.  

Bangunan sekolah SDN 03 Nanga Dua yang dibangun tahun 1973 sampai saat ini tak kunjung diperbaiki. “Kami berharap pada Kasim agar menganggarkan di tahun 2019 mendatang,” harapnya. (sap).