Komunikasi ke Pedalaman Kendala Sosialisasi Pemilu Kapuas Hulu

Kapuas Hulu

Editor Angga Haksoro Dibaca : 117

Komunikasi ke Pedalaman Kendala Sosialisasi Pemilu Kapuas Hulu
Putussibau, SP - Ketua Bawaslu Kabupaten Kapuas Hulu, Mustaan menyampaikan sampai saat ini tahapan Pemilu Legislatif dan Presiden 2019 di wilayah Bumi Uncak Kapuas berjalan aman dan lancar.

Menurut Mustaan, pihaknya selama ini selalu berupaya melakukan pencegahan dengan gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat Kapuas Hulu. “Sosialisasi kita lakukan baik melalui media sosial, tatap muka, rapat koordinasi, dan sosialisasi partisipatif,” kata Mustaan, Rabu (7/11).

Mustaan mengakui terdapat berbagai pelanggaran kecil. Namun langsung ditindaklanjuti oleh pihaknya melalui panitia pengawas kecamatan. “Dalam penilaian kami sampai saat ini, peserta pemilu di Bumi Uncak Kapuas masih taat aturan,” katanya.

Ketaatan peserta pemilu dalam masa kampanye sudah sesuai Peraturan Bawaslu 28/2018 tentang kampanye dan Peraturan KPU Nomor 23, 28 dan 33 tentang kampanye. “Potensi kerawanan ada, apalagi bila melihat wilayah Bumi Uncak Kapuas yang sangat luas,” ujar Mustaan.

Lanjut Mustaan, akses transportasi yang terbatas terutama ke daerah pedalaman menjadi kendala utama sosialisasi pemilu. “Masih banyak desa yang belum bisa akses komunikasi dengan lancar.”

Saat ini ada 171 desa yang belum dapat diakses telekomunikasi dengan lancar. Kabupaten Kapuas Hulu terdiri dari 278 desa dan 4 kelurahan serta 23 Kecamatan. “Ada yang tidak memiliki jaringan seperti Kecamatan Putussibau Selatan, Hulu Kapuas, Putussibau Utara, Mendalam, Selimbau, Danau, Silat Hulu dan wilayah perhuluan Sungai Silat,” katanya.

Selanjutnya, kecamatan-kecamatan di wilayah utara juga masih banyak desa yang sulit diakses telekomunikasi. “Kami akan fokus pada pengawasan politik identitas (SARA), mengingat penduduk Bumi Uncak Kapuas terdiri dari berbagai macam suku dan agama,” kata Mustaan.

Diakui, Mustaan selama ini Kapuas Hulu sangat aman dari konflik identitas. Hal tersebut dikarenakan penduduknya menjunjung tinggi nilai-nilai kekeluargaan. “Perbedaan suku dan agama tidak pernah jadi persoalan. Namun hal itu tidak boleh membuat kita terlena,” katanya. (sap).