Santri Kembangkan Diri dan Perluas Silaturahmi dengan Teknologi Informasi

Kapuas Hulu

Editor Indra W Dibaca : 104

Santri Kembangkan Diri dan Perluas Silaturahmi dengan Teknologi Informasi
Foto Bersama. (ist)
KAPUAS HULU, SP – Para santri dan masyarakat di sekitar Pondok Pesantren Ulil Al-Bab, Boyan Tanjung, Kapuas Hulu mengikuti sosialisasi “Pemberdayaan Masyarakat dalam Pengelolaan dan Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi Guna Menunjang Pembangunan Redesain USO”, di ponpes tersebut, Kamis (8/11).

Sebanyak 200 orang peserta ambil bagian dalam agenda Majelis Pesantren Indonesia  bersama Kominfo RI dan BAKTI (Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi). Agenda serupa diselenggarakan di beberapa daerah di Kalimantan Barat.

Kegiatan ini bertujuan untuk membangun sebuah gagasan dan pola pikir masyarakat daerah, bahwa perkembangan teknologi dan informasi sangat bermanfaat bagi kehidupan masyarakat. Penggunaan teknologi informasi dan komunikasi dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan ekonomi, jika digunakan dengan bijak dan cerdas.

“Diharapkan pasca kegiatan, para santri dan masyarakat terpacu dalam mengelola dan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi guna meningkatkan taraf dan kualitas hidup untuk menjadi lebih baik lagi,” tulis rilis yang diterima Suara Pemred, Jumat (9/11).

Peserta mendapat materi dari para narasumber ahli. Mereka adalah Dr. Ir. Sudjatmogo, M. Sc yang menyampaikan materi pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam kehidupan sehari-hari. Selanjutnya, dari Konsultan Yayasan Santripreneur Indonesia, KRT. Noor Wahjudi, SIP yang membahas pemanfaatan IT dalam membangun bisnis.

Narasumber terakhir, KH. M. Nasir Maksudi, SH dari Majelis Pesantren Indonesia, membahas tentang kesiapan pondok pesantren dalam pemanfaatan IT.

Acara tersebut turut mengundang Kepala Dinas Kominfo Kapuas Hulu, Kepala Kementerian Agama Kapuas Hulu, Kapolsek Boyan Tanjung, Camat Boyan Tanjung, Kepala Desa Riam Mengelai, dan para ustaz ustazah pondok pesantren.

Secara khusus, diharapkan pesantren yang ada di Kalimantan Barat dapat menjalin silaturahmi dengan pesantren lain di luar Kalimantan. Di samping itu juga membuka wawasan baru bagi santriwan dan santriwati, beserta masyarakat sekitar tentang penggunaan teknologi informasi. (*)