Kamis, 19 September 2019


Harga Cabe di Putussibau Capai Rp95 Per Kg

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 105
Harga Cabe di Putussibau Capai Rp95 Per Kg

PENJUAL CABE - Harga cabe di Bumi Uncak Kapuas mengalami kenaikan dalam dua pekan terakhir. Kenaikan bahkan hampir mencapai 100 persen.

PUTUSSIBAU, SP - Hampir dua minggu terakhir, harga cabe di Bumi Uncak Kapuas mengalami kenaikan, dari yang sebelumnya dijual Rp50 ribu naik menjadi Rp95 ribu per kilogram.

Penjual cabe Putussibau, Darmi menyampaikan, kenaikan harga cabe tersebut dikarenakan saat ini terjadi kekosongan stok cabe. Sehingga, cabe-cabe yang dihasilkan oleh para petani dari Kapuas Hulu dijual ke Pontianak.

"Akibatnya, penyaluran cabe ke Putussibau dan sekitarnya menjadi terhambat dan menyebabkan terjadinya kenaikan harga, hampir mencapai 100 persen," ujarnya.

Akibat kenaikan ini, para penjual cabe tidak berani membeli cabe dalam jumlah yang banyak, sebab saat ini terjadi penurunan jumlah pembelian.

"Jika kita beli terlalu banyak, nanti cabenya membusuk karena jumlah pembelinya sangat minim saat ini," ungkapnya.

Untuk satu canting, saat ini cabe dijual dengan harga Rp9-10 ribu, sebelumnya hanya dijual pada kisaran harga Rp5-6 ribu per canting.

"Kami pedagang berharap, harga cabe secepatnya dapat kembali normal seperti sediakala," ucapnya.

Penjual cabe lainnya, Cindi menyampaikan, terkadang para pembeli tidak percaya dengan harga cabe yang melonjak tajam. Tidak jarang mereka melakukan pengecekan harga kepada sejumlah pedagang cabe, namun hampir semua penjual, harga jualnya sama.

"Mendengar harga cabe mahal, mereka hanya terdiam dan berlalu begitu saja meninggalkan kita," tuturnya.

Kepada setiap pembeli, pihaknya selalu berupaya menjelaskan penyebab harga cabe naik. Namun, pembeli hanya menganggukkan kepala dan membeli dalam jumlah yang sedikit saja.

"Tidak seperti biasa jumlah pembelian mereka," sampainya.

Sementara itu, pengusaha rumah makan, Harianto menerangkan, naiknya harga cabe berpengaruh terhadap jualannya. Dia terpaksa memgurangi penggunaan cabe pada masakan yang dijualnya.

"Sebab tidak mungkin kita menaikkan harga jual makanan kepada konsumen. Kita berharap cabe kembali normal," harapnya. (sap/lha)