Senin, 27 Januari 2020


Korban Bencana dan Kecelakaan Air Meningkat Drastis

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 93
Korban Bencana dan Kecelakaan Air Meningkat Drastis

Evakuasi - Tim gabungan melakukan evakuasi Lambertus Alim alias Bamten yang menjadi korban kecelakaan di Sungai Kapuas, Desa Ujung Bayur, Kecamatan Embaloh Hilir, Kamis (5/9). Korban Bencana dan Kecelakaan Air Meningkat di Kapuas Hulu sepanjang 2019 menga

PUTUSSIBAU, SP – Sepanjang 2019 terdapat 24 orang meninggal dunia akibat bencana dan kecelakaan air di wilayah Kapuas Hulu. Paparan ini disampaikan oleh Ketua Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kapuas Hulu, M Hatta, Rabu (7/1).

"24 orang korban itu mereka tertimpa musibah tenggelam di sungai, tanah longsor, dan hilang," kata Hatta.

Hatta membandingkan jumlah korban bencana alam dan tenggelam serta hilang pada 2018 jumlahnya lebih sedikit dibandingkan 2019.

"Tahun 2018 jumlah warga Kapuas Hulu meninggal dunia akibat tenggelam tujuh orang, sedangkan pada 2019 meningkat drastic mencapai 24 korban," tuturnya

Hatta mengingatkan masyarakat untuk selalu berwaspada, apalagi saat musim penghujan seperti sekarang yang sangat berpotensi menyebabkan air sungai naik dan arus sungai deras.

”Kami berharap semoga tahun ini tidak ada lagi yang menjadi korban kecelakaan air, utamanya korban tenggelam," harap Hatta.

Tingginya intensitas hujan, jelas Hatta juga berpotensi menyebabkan tanah longsor yang juga kerap menimbulkan korban jiwa. Dijelaskan Hatta kepedulian terhadap keselamatan diri sangat dibutuhkan agar terhindar dari segala musibah. 

 "Sejauh ini kepedulian dan jiwa sosial terhadap para korban sudah sangat luar biasa, kekompakkan dan ketersedian, atau panggilan untuk menjadi relawan sangat tinggi, kesadaran mereka patut kita apresiasi," katanya. (sap/jee)