Senin, 17 Februari 2020


Dewan Sepakat Perjuangkan Nasib Guru Kontrak dan Honorer

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 269
Dewan Sepakat Perjuangkan Nasib Guru Kontrak dan Honorer

Rapat kerja – Ketua dan anggota Komisi A DPRD Kapuas Hulu saat rapat kerja dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kapuas Hulu. Rapat membahas terkait nasib guru kontrak dan honorer di Kapuas Hulu. suara pemred/syapari

PUTUSSIBAU, SP - Komisi A DPRD Kapuas Hulu sepakat memperjuangkan nasib tenaga guru kontrak dan honorer di Pemkab Kapuas Hulu. Hal tersebut disampaikan saat rapat kerja tentang tenaga kontrak dan honorer kependidikan, di ruang rapat DPRD, Selasa (14/1).

Ketua komisi A DPRD Kapuas Hulu, Antonius Manyu menyampaikan, rapat kerja dilakukan dalam upaya mencari solusi permasalahan yang dihadapi selama ini. "Kami bersama-sama akan menghadap dinas provinsi dan Kementerian Pendidikan," katanya

Namun sebelumnya kata Antonius akan dilakukan inventarisasi terkait masalah naskah dengan dilengkapi data. "Jika sudah sampai di sana, minimal kita bertemu dengan Dirjen. Karena dewan bukan bawahan maupun atasan mereka," katanya.

Manyu berharap agar semuanya sepakat dalam mensinkronisasikan data. Ia berharap juga dinas punya data yang valid tentang hal ini.  "Mari kita lengkapi data yang ringkas. Semoga dengan niat baik ini kita dapat diakomodir oleh pihak terkait," harapnya.

Sementara Wakil Ketua DPRD Razali, mengatakan, pertemuan bertujuan untuk melengkapi dan menyinkronkan data. "Baik data dari PGRI maupun dari Diknas Kapuas Hulu," sampainya

Jika semua data yang dibutuhkan sudah lengkap, pihaknya akan mendatangi Diknas Kalbar dan Kementerian Pendidikan.

Sementara Kadisdikbud Kapuas Hulu Petrus Kusnadi mengatakan minimal pendidikan guru harus Strata 1 (S1) dan bersertifikat pendidikan. 

"Namun, kondisi yang ada saat ini tidaklah demikian dikarenakan kondisi dan keadaaan," ucapnya

Sejauh ini kata Petrus, pihaknya sudah mendata cukup banyak tenaga honorer pendidikan. "Kita juga punya sistem aplikasi yaitu Dapodik. Kita sepakat menyelesaikan dan memperjuangkan yang tidak linier tersebut," katanya

Kusnadi menyampaikan untuk jumlah guru yang tidak linier di Kapuas Hulu sebanyak 133 orang.

"Meski tidak linier, mereka sangat membantu negara, baik Pemkab Kapuas Hulu khususnya maupun pemerintah Indonesia pada umumnya," terangnya. (sap/jee)