Senin, 17 Februari 2020


Tokoh Pemuda Sarankan Rencana Startegis Pembangunan

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 136
Tokoh Pemuda Sarankan Rencana Startegis Pembangunan

DUSUN TERAPUNG – Pemandangan di Dusun Semangit, salah satu dusun terapung di Kapuas Hulu. Di sini mayoritas penduduknya berprofesi sebagi nelayan.

Peran Pemkab Kapuas Hulu untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat punya peran yang sangat besar. Rencana strategis pembangunan daerah yang berdampak terhadap perekonomian masyarakat sudah seharusnya dimiliki dan dijalankan dengan baik.

Beberapa rencana strategis yang didapat dilakukan oleh Pemkab Kapuas Hulu diutarakan oleh tokoh pemuda Kapuas Hulu, Abang Basar. Dia mencontohkan perlunya masyarakat untuk memiliki penghasilan tetap.

“Ini penting untuk mencukupi kebutuhan barang di masyarakat yang berasal dari hasil sumber daya alam Kapuas Hulu," terangnya

Memberikan pemahaman tentang teknologi dan informasi dan memperkecil ketergantungan masyarakat terhadap barang komoditi luar, menurut Basar juga harus dilakukan untuk menekan impor barang dan jasa dalam skala nasional.

"Dikaitkan dengan Kapuas Hulu, saat ini kita memiliki sumber daya alam yang berlimpah dan sumber daya manusia yang memadai,” terangnya.

Dua indikator tersebut dinilai Basar pemicu perbaikan berbagai sektor pembangunan jangka panjang dan pendek. Sebagaimana diketahui, konsep pembangunan berkelanjutan berguna untuk memenuhi kebutuhan kehidupan, tanpa perlu merusak atau menurunkan kemampuan generasi mendatang dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.

"Kapuas Hulu luas wilayahnya berpotensi pada sektor pertanian dan perkebunan, selama ini hal itu belum tergarap maksimal untuk mendongkrak perekonomian dari dalam yang memiliki dampak luas dan berkelanjutan, serta belum menjadi fokus pembangunan," tuturnya

Komoditi pada dua sektor tersebut saat ini pengembangannya masih dilakukan dengan sederhana oleh kelompok maupun individu masyarakat, dan belum mampu diorganisir dan dikelola dalam skala besar. 

"Harapan ke depan, pembangunan secara berkelanjutan dari dua aspek tersebut mampu dimunculkan berdasarkan potensi dan menjadi fokus, sehingga mampu mempertahan produk yang dihasilkan dari komoditi Kapuas Hulu," jelasnya

Dia mencontohkan kebutuhan dasar seperti beras, masyarakat sudah mampu mengelola pada sektor pertanian, bahkan dengan luas lahan pertanian di Kapuas Hulu sudah mampu menciptakan lumbung padi sendiri, namun hal tersebut justru berbanding terbalik. 

"Saat ini kebutuhan beras dari luar masih cukup tinggi," katanya

Apabila dikelola dengan baik mulai dari hulu hingga ke hilir, ia yakini Kapuas Hulu secara perlahan mampu memberikan dampak luas dan mengurangi kebutuhan pengeluaran, yang hanya dihabiskan untuk kebutuhan hidup sehari-hari. 

"Sementara kebutuhan lain masih banyak yang perlu diperhatikan, keberlanjutan pendidikan anak, kesehatan, dan sosial masyarakat di sekitar lingkungannya," terangnya. (sapari/jee)