Buku dan Dokumen Gafatar Ditemukan Dikubur di Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat

Kayong Utara

Editor sutan Dibaca : 984

Buku dan Dokumen Gafatar Ditemukan Dikubur di Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat
Salah satu buku yang ditemukan. (ist)
PONTIANAK, SP -  Puluhan buku terkait doktrin Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) ditemukan di bekas lokasi kamp  kelompok tersebut di Desa Sukabaru,  Kecamatan Benua Kayong, Kabupaten Kayong Utara (KKU), Sabtu (6/2) sekitar pukul 15.00 WIB.  

 Buku-buku tersebut ditemukan bersama sejumlah temuan lain yang berhasil digali dari dua lubang oleh pihak Muspika Benua Kayong bersama Kades Sukabaru,  Ketua RT  03, Ketua RT 04, dan Ketua RT 08 desa tersebut. Dua lubang ini ditemukan di samping kamp eks Gafatar dari kelompok Adip dan Zainuddin Bintang.

Menurut AKBP Arianto, Kabid Humas Polda Kalbar, penggalian tersebut dilakukan,  setelah sejumlah warga dan tokoh masyarakat setempat mencurigai dua timbunan tanah di samping bekas kamp tersebut.

 "Tindak lanjutnya,  dibuatkan berita acara  penyerahan dari Kades Sukabaru ke penyidik Polres Ketapang untuk ditindaklanjuti," katanya ketika dikonfirmasi di Pontianak.
  Setelah dua lubang itu digali ditemukan berbagai buku dan temuan terkait Gafatar. "Dari lubang pertama ditemukan 12 kantong plastik hitam, dan lima kantong plastik hitam dari lobang kedua. Jadi,  total 17 kantong plastik hitam," tambahnya.

Kantong-kantong tersebut,  kemudian diamankan di Makodim Ketapang untuk dilakukan pendataan. Kemudian diserahkan oleh Kades Sukabaru kepada Kasat Reskrim Polres Ketapang.   "Barang-barang ini diserahkan ke Kasat Reskrim Polres Ketapang untuk diproses lanjut dengan disaksikan oleh Kakankesbangpol Linmas Kayong Utara, Kapolsek Benua Kayong, dan Danramil dan Camat Benua Kayong. Terlebih dahulu dibuatkan berita acara penyerahan," lanjutnya.

Setelah 17 kantong tersebut, tambahnya,  ditemukan buku-buku tentang ajaran Gafatar, baju, rompi, dan kaos berlambang Gafatar . "Baju Gafatar warna oranye dan hitam juga diketemukan sebanyak 138 lembar, celana satu lembar, dan enam tas  warna hitam ," ujar Arianto.(pat/hd)    

  Buku dan dokumen yang ditemukan
 
1. Kerajaan Allah = 18 buah.
2. Theologi Abraham = 15 buah
3. Milah Abraham = 4 buah.
4. Laporan Rakernas II Gafatara = 1 buah.
5. Buku Saku Gafatar = 24 buah.
6. Satu kotak kartu nama atas nama Ario Arinsa Putra.
7. Buku catatan = 8 buah.
8. Ruhul Qudus Eksistensi dan Esensi Alquran = 3 buah.
9. Ensklopedia Ahmad Bahjat = 1 buah.
10. Pendidikan Dasar Orang Tua = 23 buah.
11. Kewajiban Menghormati Hari Ketujuh (Sabath) = 12 buah.
12. Memahami dan Menyikapi Tradisi Tuhan: Kebangkitan yang Dibenci tapi Dirindukan = 4 buah.
14. Alkitab = 9 buah.
15. Ruhul Qudus yg Turun kepada Almasih Almawub = 9 buah.
16. Menyingkap Gabus Pemisahan Yesus dan  Sejarah = 2 buah.
17. Almasih Almawud dan Ruhul Qudus = 2 buah.
18. Komunitas Milah Abraham = 1 buah.
19. Tabloid Gafatar = 59 buah.
20. Profil Organisasi Singkat Kemasyarakatan = 69 buah.
21. Rakernas DPP Gafatar 2015 = 2 buah.
22. CD merek Asus = 1 buah.
23. Keilmuan Dasar = 1 buah.
24. Tokoh Terbesar Sepanjang Sejarah = 1 buah.
25. Raja Yoga: Cara Meningkatkan Daya Batin = 1 buah.
26. Ahmad Mussadeq dan Ajaran al Qiyadah al Islamiyah = 1 buah.
27. Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan = 1 buah.
28. Buku Saku P  4 GN = 1 buah.
29. Buku Perjalanan Menuju Tuhan = 1 buah.
30. Foto copy akta notaris H Warman SH tentang SK Menkumham RI tentang akta pendirian organisasi ke Masyarakat Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) Nomor 01, tanggal 5 September 2011.
31. Kartu peserta berikut tali gantungan= 31 buah.
32. Kartu anggota Gafatar = 5 buah.
33. Pin Gafatar = 4 buah.
34. Alat token Bank Mandiri = 1 buah.
35. KTP atas nama Ariyo Arisa Putra.
36. KTP atas nama Daris Jamilah
37. Banner Visi dan Misi Gafatar = 1 buah.
38. Tujuan Gafatar = 1 buah.
39. Buku catatan = 200 buah.