Satpol PP Kabupaten Kayong Utara, Kalbar Amankan 6 Pelajar Bolos Sekolah

Kayong Utara

Editor sutan Dibaca : 1379

Satpol PP Kabupaten Kayong Utara, Kalbar Amankan 6 Pelajar  Bolos Sekolah
DIAMANKAN- Anggota Satpol PP Kabupaten Kayong Utara mengamankan enam pelajar putri asal Kabupaten Ketapang ke Kantor Satpol PP KKU, Selasa (9/2). Keenam siswi tersebut, ditangkap karena berkeliaran pada jam belajar sekolah, hendak mengunjungi Pantai Pulau
SUKADANA, SP – Enam pelajar putri asal Kabupaten Ketapang, diamankan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Kayong Utara (KKU), Selasa (9/2). Para siswa tersebut diketahui sedang bolos sekolah,  namun belum sempat tiba di Sukadana, keenam remaja ini ditangkap oleh anggota Satpol PP yang sedang berpatroli rutin di Desa Pampang Harapan, Kecamatan Sukadana.
  
Kepala Satpol PP KKU, Basri menegaskan,  keenam pelajar asal Ketapang tersebut, terdiri dari siswa kelas satu dan tiga, dan tertangkap saat bolos sekolah menuju Pantai Pulau Datok. “Keenam pelajar itu perempuan, tertangkap oleh anggota kami saat patroli rutin melintas di Desa Pampang Harapan, Kecamatan Sukadana, pada saat jam berlajar berlangsung,” terangnya.
  
Basri mengatakan, dalam menangani kasus pelajar bolos sekolah ini, pihaknya tetap menerapkan penindakan pada umumnya, seperti mengamankan, kemudian menghubungi pihak orangtua.

“Ini tidak hanya kita lakukan kepada pelajar Ketapang. Namun, juga terhadap pelajar di Kayong Utara. Kita amankan ke kantor, dan panggil orangtuanya. Mereka ini seharusya belajar di sekolah, ini malah bolos, dan nongkrong di pantai,” ungkapnya.
 
Basri menegaskan, pelajar yang melakukan pelanggaran, seperti bolos, atau kenakalan remaja lainnya, akan segera ditangani serius. Tentunya, melalui kerjasama bersama antaristansi terkait.
Salah satu siswa asal Ketapang yang diamankan, mengaku bolos sekolah lantaran hendak bertemu dengan sahabatnya  di Sukadana. “Ia,  kami memang bolos. Ada janji, tapi belum ketemu. Rencananya, kami ketemuan di Pantai Pulau Datok,” katanya.
 
Sementara itu, Kepala Satpol PP Kabupaten Ketapang, Edi Junaidi menjelaskan, pihaknya akan melakukan pembinaan terhadap keenam pelajar tersebut. Upaya ini juga tidak lepas dari peran orangtua siswa itu sendiri.
 
“Kami sebenarnya telah melakukan sosialisasi terkait hal ini di setiap sekolah, guna mengantisipasi pelajar melakukan hal yang menyimpang,” terangnya ketika menjemput para pelajar tersebut di Kantor Satpol PP KKU.
  
Edi menjelaskan, saat ini tingkat kenakalan remaja di Ketapang cukup tinggi. Pasalnya, sering ditemukan sejumlah anak remaja yang melakukan hal-hal menyimpang sebagaimana marak terjadi, seperti ngelem.

“Parahnya, ngelem dilakukan oleh pelajar yang masih duduk dibangku SD. Belum lagi, ditemukannya, anak seusia remaja terindikasi melakukan perbuatan mesum,” ungkapnya. (ble/bob)