Warga Heboh, Paman Gigit Seorang Bayi di Kecamatan Seponti, Kabupaten Kayong Utara, Kalbar

Kayong Utara

Editor sutan Dibaca : 828

Warga Heboh,  Paman Gigit  Seorang Bayi di Kecamatan Seponti, Kabupaten Kayong Utara, Kalbar
Gerhana matahari total 9 Maret 2016 di Palembang. (Antarasumsel.com)
  KETAPANG, SP – Adanya informasi seorang bayi hendak dimakan oleh paman sendiri,  membuat geger warga Kecamatan Seponti, Kayong Utara. Kabar itu bahkan sampai terdengar oleh Yamani (35), satu di antara warga sekitar.

"Memang kabarnya ada bayi yang digigit pamannya di Kecamatan Seponti. Katanya korban bayi sudah dibawa ke Rumah Sakit Agoesdjam Ketapang," tuturnya, Jumat (18/3).

Anggota DPRD Kayong Utara Dapil Seponti, Sahid membenarkan kejadian tersebut. Ia mengaku korbannya seorang bayi yang digigit oleh oleh paman sendiri, yang mana kejadiannya terjadi di Desa Telaga Arum, Kecamatan Seponti, Jum'at (11/3).

"Dari keterangan keluarga korban, sang bayi lahir bertepatan dengan gerhana matahari pada 9 Maret,” tuturnya.


Sang paman yang tinggal di Desa Banyu Abang, sebenarnya bekerja di Kabupaten Ketapang, tampak memacu kendaraannya seperti kesetanan hendak menuju Telaga Arum. Tampak juga ada sebuah motor yang mencoba menyusul tapi tertinggal jauh dari kendaraan tersebut.

Sesampai di Telaga Arum, sang paman langsung menuju rumah korban dan segera mencari bayi.  
“Begitu ketemu, paman itu langsung menggigit si bayi pada tengkuk dan punggung, seperti seekor kucing yang menerkam mangsanya," terang Sahid.

Usai menggigit sang bayi, pelaku kemudian berhasil diamankan oleh warga. Saat diamankan pelaku dalam keadaan seperti kemasukan setan.

Saat di cek ke Rumah Sakit Agoesdjam Ketapang, memang ada seorang bayi asal Seponti yang dirawat di RSUD Agoesdjam yang mana kondisinya saat ini telah dirawat. Pada bagian fisik bayi terlihat mengalami luka pada bagian leher belakang dan lebam di punggung bagian belakang bayi.

Kabid Pelayanan Medik dan Keperawatan RSUD Agoesdjam Ketapang, dr Herman Basuki mengatakan, saat ini kondisi luka pada fisik bayi sudah diperban, terutama pada bagian leher belakang. Bayi tersebut diketahui berjenis kelamin wanita, umurnya baru sekitar 9 hari. Ia masuk ke rumah sakit pada Kamis (17/3) sore.
“Untuk informasi jelasnya kita tidak tahu karena orang tua korban terkesan menutup-nutupi kejadiannya," lanjutnya.


Orangtua Tertutup

Saat hendak mewawancarai orangtua bayi, sang ibu enggan memberikan keterangan, bahkan saat ditanyai kronologis kejadian sang ibu malah meminta awak media mewawancarai suaminya yang sedang berada di luar Rumah Sakit.

Selang setengah jam menunggu terlihat seorang lelaki yang diketahui sebagai ayah korban berjalan menuju ruang perawatan bayi, namun belum sampai di ruangan, salah satu keluarga korban malah mendatangi ayah korban kemudian pergi keluar dari RSUD.

Kemudian, keluarga korban datang kembali ke ruangan sendirian, sedangkan ayah korban sudah pergi dan dari keterangan keluarga korban ayah korban pergi mengambil popok bayi yang lokasi jauh.

"Saya tidak tahu di mana, jauh tempatnya," terangnya seolah menghindari awak media. (teo/loh)