Ratusan Pipa Proyek Air Bersih Kemen PU- Pera di Sukadana, Kayong Utara Terbakar

Kayong Utara

Editor sutan Dibaca : 1038

Ratusan Pipa Proyek Air Bersih Kemen PU- Pera di Sukadana, Kayong Utara Terbakar
Warga berusaha memadamkan api tumpukan pipa air yang terbakar, Minggu (22/5) pukul 00.30 dini hari. (ist)
SUKADANA,SP – Sebanyak ratusan batang pipa air bersih yang terletak di sisi jalan provinsi Dusun Parit Bugis, Desa Simpang Tiga, Kecamatan Sukadana habis dilalap si jago merah, Minggu (22/5) sekitar pukul 00.30 dini hari. 
Informasi yang diperoleh dari warga sekitar, api tiba-tiba muncul dari lokasi, tepatnya di tengah tumpukan pipa air bersih, yang berjarak 30 meter dari sisi jalan provinsi.

Kobaran api, pertama kali diketahui oleh salah seorang pengendara sepeda motor yang tengah melintas di ruas jalan provinsi. Pria tak dikenal tersebut, kemudian langsung membangunkan warga sekitar. Puluhan warga sontak bahu- membahu  memadamkan kobaran api dengan menyemprotkan air menggunakan alat seadanya. Bukannya mati, jilatan api justru kian makin membesar.

Pasalnya, materi bahan yang terbakar merupakan terbuat dari karet.
Tak berselang kemudian, dua unit mobil pemadam kebakaran milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kayong Utara (KKU), tiba di lokasi kejadian.

“Saya dihubungi warga sekitar pukul 00.30 WIB. Kami datang api sudah besar, dan kami langsung kerja keras dan paling utama menyelamatkan rumah warga yang tak jauh dari lokasi kebakaran, dan api pun berhasil dipadamkan,” terang Kepala BPBD KKU, Triyanto.

Proses pemadaman yang dilakukan oleh warga dan personil BPBD KKU berjalan cukup alot, tak ayal api harus dijinakkan hingga berjam-jam lamanya. 
“Sedikit kendala yang kita hadapi, di mana jarak air dengan lokasi kebakaran sedikit jauh. Selain itu, mobil kita tidak bisa lebih merapat ke lokasi kebakaran, karena selang kita tidak sampai,” katanya.

Triyanto mengatakan, kondisi cuaca yang diselimuti hujan dirasa cukup membantu pihaknya ketika memadamkan kobaran api. Terlebih, tumpukan pipa berada di tanah yang lembab dan non gambut. “Mustahil kebakaran disebabkan alam,” katanya.

Lebih jauh, Triyanto menduga, kebakaran yang terjadi dikarenakan adanya unsur kesengajaan. Sekalipun, ia tidak berani memastikan. Menurutnya, peristiwa ini sarat akan sabotase. “Kita serahkan peristiwa ini ke aparat hukum, untuk menanganinya lebih lanjut,” tutur Triyanto.

Diketahui, ratusan pipa air bersih tersebut, ditumpukkan oleh salah satu perusahaan pemenang tender proyek di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Proyek yang diawasi oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan I ini, menelan anggaran sekitar Rp 37 miliar.

Rencananya, pipa yang memiliki panjang enam meter tersebut, diperuntukan untuk pembangunan sarana air bersih di Sungai Buluh. Akibat peristiwa ini, kerugian yang dialami perusahaan ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. (ble/bob/sut)