Tim Kementerian dan Lembaga Tinjau Kesiapan Sail Selat Karimata 2016

Kayong Utara

Editor sutan Dibaca : 785

Tim Kementerian dan Lembaga Tinjau Kesiapan Sail Selat Karimata 2016
Bupati Kayong Utara, Hildi Hamid bersama rombongan tim kemeterian dan lembaga pusat meninjau progres pelaksanaan Sail Selat Karimata 2016, Minggu (31/7). SUARA PEMRED/ SYAHAR BANU
SUKADANA, SP –  Partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan, untuk menyukseskan perhelatan akbar Sail Selat Karimata 2016 di Kabupaten Kayong Utara (KKU).  

Demikian disampaikan oleh Bupati KKU, Hildi Hamid saat mendampingi rombongan tim dari berbagai kementerian dan lembaga yang ada di Jakarta, meninjau kesiapan tuan rumah dalam menyongsong kegiatan yang akan dihadiri oleh Presiden RI, Joko Widodo, Minggu (31/7).  

“Peran masyarakat sangat besar, mulai dari mendukung pembangunan serta menjaga keamanan dan kebersihan lingkungan,” ungkapnya.  

Dalam melakukan peninjauan, Hildi mengajak seluruh rombongan tim dari pusat menuju ke sejumlah lokasi, di antaranya kawasan Pantai Pulau Datok, perumahan nelayan dan bangunan Masjid Oesman Al-khair yang rencananya juga akan diresmikan oleh presiden.  

Selain itu, tambah Hildi, tim dari pusat juga melakukan pengukuran kedalaman laut di sejumlah titik yang akan dilabuh oleh ratusan kapal pada acara puncak Sail Selat Karimata 2016.  

"TNI AL melakukan survei di berbagai titik, untuk tempat berlabuhnya kapal perang yang direncanakan turut memeriahkan acara sail nanti,” terang Hildi Hamid.  

Sementara itu, saat ditanya tentang pembangunan 50 unit perumahan nelayan, Hildi mengatakan, saat proses pengerjaan sedang berlangsung. Rencananya, pemerintah akan melakukan seleksi terhadap puluhan nelayan yang  berhak menempati komplek tersebut.
 

“ Perumahan nelayan tidak bisa sembarangan orang yang menempatinya. Bangunan ini memiliki fasilitas yang memadai, di antaranya listrik dan air bersih. Intinya siap pakai,” terang Hildi.  

Menurut penilaian dari tim pusat, venue yang dibangun sudah cukup baik dan layak digunakan oleh rombongan kepresidenan pada acara puncak Sail Selat Karimata 2016.

Namun, pihaknya diminta untuk tidak mengorbankan keasrian alam sekitar, seperti menebang pohon.   “Pihak EO juga tengah berupaya untuk menata venue, agar tidak mengganggu keasrian tumbuhan sekitar lokasi,” katanya.  

Usai meninjau lokasi acara sail, pemerintah daerah bersama rombongan tim kementerian dan lembaga pusat, menggelar rapat koordinasi teknis persiapan perhelatan Sail Selat Karimata 2016 bidang Transportasi, Akomodasi dan Fasilitas Umum.  
“Semoga melalui rapat koordinasi teknis ini, apa yang menjadi kekurangan pada pelaksanaan Sail Selat Karimata dapat terkoordinir sesuai yang diharapkan. Hasil rapat ini akan langsung disampaikan ke pemerintah pusat,” tuturnya. (ble/bob/sut)