Cerita Nelayan Sukadana Santap Daging Pesut

Kayong Utara

Editor sutan Dibaca : 893

Cerita Nelayan Sukadana Santap Daging Pesut
DAGING PESUT- Para warga tampak semangat memotong daging pesut di dermaga Sukadana, Kamis (24/11). (SP/Bule)
SUKADANA, SP - Dua ekor pesut masing-masing dengan berat 40 kg dan 90 kg tersangkut dalam jaring milik nelayan dalam keadaan sudah mati di perairan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, kemarin. Dua ekor pesut tersebut kemudian dibawa ke dermaga Sukadana.

Di dermaga ini,  nelayan memotong daging pesut dan dibagikan kepada keluarga nelayan untuk dijadikan santapan lauk mereka.  
Seorang nelayan asal Sukadana, enggan disebutkan namanya mengaku mendapatkan dua ekor pesut tersebut.

Ceritanya, saat itu ia hendak mengangkat pukat yang ditebar di laut dari atas kapal. Lokasinya, hanya beberapa mil dari pelabuhan Sukadana. "Begitu pukat saya angkat, ada pesut nyangkut ke jaring kami," katanya.

Para awak kapal kemudian mengangkat pesut tersebut ke atas kapal, dengan maksud membuang pesut yang sudah mati tersebut ke laut. Hanya saja pada saat itu, secara kebetulan ada kapal nelayan lain yang melintas di kapal yang mendapatkan pesut ini.

Satu di antara awak kapal justru mencegah hewan langka ini dibuang.  "Pas saya mau buang ke laut, kawan saya melarang. Katanya daging pesut ini untuk dikonsumsi," katanya. ?

Sesampai di Pelabuhan, pesut berukuran kecil, langsung dipotong nelayan untuk dijadikan lauk. Bagi mereka, daging hewan mamalia ini memiliki rasa yang gurih. Mirip rasa daging sapi. 
Kawasan pelabuhan yang semula sepi pun mendadak ramai.

Mereka yang berada di dermaga berebut mendapatkan jatah daging ini. Warga bersiap antre mendapat jatah pembagian saat daging pesut dipotong kecil-kecil. Tak lama berselang, pihak terkait datang untuk melihat kondisi pesut yang jadi rebutan warga.
 (ble/loh)

Komentar