Temuan Pesut, Ini Kata Peneliti

Kayong Utara

Editor sutan Dibaca : 439

Temuan Pesut, Ini Kata Peneliti
PESUT- Warga tampak sedang memotong daging pesut di dermaga Sukadana, Kamis (24/11). (SP/Bule)
SUKADANA, SP -  Peneliti pesut asal Kalbar, Drh Dio menyebutkan pesut adalah jenis mamalia. Hewan ini berbeda dengan lumba-lumba dan ikan paus.  Pesut (orcaella brevirostris) hidup di air tawar.  Umumnya terdapat di sungai dan danau di daerah tropis dan subtropis.
?
Di Indonesia, banyak terdapat di Sungai Mahakam, Kaltim. Masyarakat lokal yang biasa menemukan pesut menamakan sebutan Pesut Mahakam. Termasuk populasinya di perairan Kalbar.
Hanya saja, saat ini populasi pesut diperkirakan antara 67- 70 ekor di Kaltim.   

Angka tersebut bisa berkurang lantaran banyak pesut terjaring pukat nelayan. Faktor lainnya, habitat  mamalia ini mulai tidak betah di habitatnya, karena banyak sungai sudah memiliki intensitas lalu-lintas yang tinggi. Itu belum lagi masalah pencemaran dan pendangkalan sungai.

"Jadi saya menyarankan jika warga menemukan pesut ada baiknya melaporkan ke instansi terkait.
Seperti Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) atau Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL)," kata Dio.

Bila pesut terjerat jaring dan memiliki peluang hidup, sebaiknya segera dilepaskan dari jaring dan tidak dianjurkan untuk mengkonsumsi daging mamalia yang terdampar atau tersangkut oleh pukat nelayan. (ble/loh)