Lahan Pertanian Milik 150 KK Transmigran Gagal Panen

Kayong Utara

Editor sutan Dibaca : 720

Lahan Pertanian Milik 150 KK Transmigran Gagal Panen
Ilustrasi
SUKADANA, SP - Sebanyak 150 Kepala Keluarga warga transmigrasi di Desa Satai Lestari, Kecamatan Pulau Maya, Kabupaten Kayong Utara gagal panen. Hal ini disebabkan lahan pertanian warga yang sebagian besar bermata pencarian sebagai petani ini terendam air.

“Kita telah melaporkan kejadian ini kepada Dinas terkait, bahkan sampai ke Kementerian, dan akan segera ditindaklanjuti. Tapi sampai sekarang belum ada tindak lanjutnya,” terang Kepala Desa Tanjung Santai, Turaidi, saat dijumpai usai mengikuti silaturahmi dan ramah tamah dengan Kapolda Kalbar di Hotel Mahkota Kayong, Selasa (27/12).

Menurutnya, banjir disebabkan karena  jaringan drainase buruk dan belum ada perbaikan sampai sekarang. Ditambah lagi dengan adanya curah hujan cukup tinggi belakangan ini, mengakibatkan air semakin tinggi hingga ke rumah-rumah warga transmigrasi tersebut.

Kondisi ini diperparah dengan terjadinya air pasang laut yang tinggi, sehingga melumpuhkan aktivitas sehari–hari warga transmigrasi.  “Yang jelas, pertama dikarenakan saluran pembuangan yang belum ada, ditambah lagi kekuatan curah hujan yang tinggi. Juga diperparah kondisi pasangnya air laut yang tinggi, sehingga merambah kepemukiman warga,” ujarnya menambahkan.

Hal ini berakibat tanaman yang biasa ditanam masyarakat, seperti padi dan palawija sudah dipastikan tidak bisa dipanen oleh masyarakat. Padahal, hasil panen masyarakat pada lokasi SP3 ini, dipasarkan sampai ke Pontianak. “Padahal, tanaman cabe sangat menguntungkan mereka, sempat sudah dipasarkan juga. Tapi akibat terendam banjir mandek lagi mereka,” sebutnya.

Untuk mengatasi agar banjir tidak terulang kembali, perlu dibuat tanggul  di sekitar lahan pertanian warga transmigrasi tersebut, agar banjir tidak terulang kembali di tahun yang akan datang.

“Untuk tahun ini tidak lama terendam banjirnya, sekitar 2 minggulah. Namun untuk tahun lalu sampai dua bulan. Makanya melalui Dinas terkait, saya harapkan agar cepat tanggap terhadap apa yang terjadi di desa saya,” harapnya. (ble/lis)