Hildi Tinjau Pasar Siduk yang Terbakar

Kayong Utara

Editor Syafria Arrahman ST Raja Alam Dibaca : 485

Hildi Tinjau Pasar Siduk yang Terbakar
SUKADANA, SP - Bupati Kayong Utara, Hildi Hamid meninjau lokasi kebakaran di Pasar Siduk Desa Simpang Tiga Kecamatan Sukadana, kemarin.

Dirinya mengaku turut prihatin terhadap musibah yang menimpa warga yang rukonya terbakar.

Ke depannya dirinya berharap agar peran serta dari pihak swasta dan Kamtibmas setempat untuk bisa menjaga lingkungan sekitar sehingga kejadian serupa tidak terjadi lagi.

"Inikan namanya musibah, musibah bukan karena bencana alam, kalau kebakaran ini memang musibah kepada peroranganlah yang perlu kita bantu secara bersama-sama," tuturnya.

Dari pemerintah sendiri, akan memberikan bantuan untuk meringankan beban para korban.

"Pemerintah daerah sendiri bisa memberikan bantuan untuk meringankan musibah mereka yang menyangkut hak hidup mereka," terangnya.

Bupati juga berharap agar ke depannya jaringan listrik di Kabupaten Kayong Utara harus dilakukan pengecekan secara berkala agar kejadian serupa tidak terjadi lagi.

"Informasi yang saya dapatkan kebakaran berasal dari hubungan pendek arus listrik, jadi ke depannya mesti kita kontrol juga seperti kabel kabelnya juga," katanya.

Sebelumnya, kebakaran hebat terjadi di Kabupaten Kayong Utara, Rabu (10/5) tengah malam tepatnya di Dusun Siduk, Desa Simpang Tiga, Kecamatan Sukadana.

Musibah kebakaran yang melanda kawasan perdagangan di Jalan Nasional Siduk-Nanga Tayap itu menghanguskan enam unit ruko dan satu rumah penduduk dengan kerugian ditaksir miliaran rupiah.

Salah satu korban kebakaran, Fahrizal Arbi ditemui di lokasi kejadian menerangkan, saat itu dirinya bersama istri dan seorang anaknya sedang tidak di tempat dan bermalam di rumah mertua yang tak jauh dari lokasi kejadian.

Ia dihubungi rekannya sekitar pukul 23.30 WIB, dan melihat api sudah membara di ruko sebelah (Toko Sampoerna, red).

Dirinya mengakui, kalau memiliki dua ruko. Satu ruko digunakannya untuk usaha warung kopi dan satunya lagi dikontrakkan ke Mas Nur yang membuka usaha mi ayam. Kedua rukonya yang dua tingkat hangus terbakar dan tersisa tiang bagian depan.

Selain dirinya, musibah ini juga dialami Hj Yani yang satu rukonya dikontrakkan ke Nurjanah juga hangus terbakar. Tiga pintu lainnya adalah milik Budiman alias Ati yang membuka usaha sembako dan jualan barang material bangunan. Sedangkan satu unit rumah yang tinggal yang terbakar adalah milik Satino.

Dari informasi yang dihimpun, diduga api bersumber dari Toko Sampoerna yang diperkirakan akibat arus pendek. Diperkirakan api mulai membara sekitar pukul 23.20 WIB.

Semula warga menghalau api dengan cara manual dan dibantu mesin robin. Namun, upaya masyarakat setempat sia-sia karena api begitu besar. Api baru dapat dipadamkan setelah mobil pemadam kebakaran dari BPBD Kayong Utara datang ke TKP sekitar 1,5 jam setelah kejadian.

Selain dari BPBD, api juga bantu dipadamkan dari pemadam kebakaran Teluk Melano dan lima unit pemadam dari Kabupaten Ketapang.

"Kita sedikit menyesalkan pemadam dari BPBD KKU yang datang ke TKP cukup lama. Kalau setengah jam lebih cepat, mungkin ruko saya selamat dan api bisa diputus di Toko Sampoerna," ujarnya sedikit kesal.

Korban lainnya, Satino mengaku pasrah. Dirinya hanya berharap ada perhatian dari pemerintah setempat terkait musibah ini.

Sementara Budiman dikabarkan shok atas musibah ini. Ketika kejadian, ia tidak dapat menyelamatkan barang toko selain menyelamatkan ibu, istri dan tiga anaknya yang masih kecil. (hms/ble/ant/bob)