Warga Tionghoa Sukadana Gelar Sembayang Rebut

Kayong Utara

Editor Tajil Atifin Dibaca : 390

Warga Tionghoa Sukadana Gelar Sembayang Rebut
ilustrasi
 SUKADANA, SP - Ratusan Warga Tionghoa padati Vihara Maha Ratna dalam rangka Sembayang Rebut atau yang biasa disebut Chit Ngiat Pan atau Chong Shi Ku. Perayaan tradisi ini digelar setiap tanggal 15 bulan tujuh penanggalan Imlek.   

Tradisi ini, diyakini  oleh warga Tionghoa dapat mengantarkan para arwah-arwah leluhur yang bergentayangan menuju alam berikutnya, sehingga para arwah ini dapat bereinkarnasi.   

Ketua Yayasan Bhakti Sosial Kecamatan Sukadana, Hongki Chandra Liman mengatakan, sembayang Shi Ku ini memiliki makna untuk mengantarkan para arwah-arwah leluhur ke alam berikutnya,  dan diharap melalui ritual sembayang Shi Ku para arwah dapat tenang dan tidak mengganggu umat manusia yang masih hidup.   

"Kalau ini kami menyebut dalam istilah Tionghoa acara sembayang Shi Ku,  artinya sembayang untuk leluhur-leluhur yang kurang terurus. Arti kata, melalui kegiatan ini kami mengantarkan para arwah-arwah yang masih bergentayangan di alam kita, agar kembali ke alam berikutnya yaitu alam kehidupan berikutnya dengan harapan mereka-mereka ini tidak mengganggu umat manusia yang masih tinggal di bumi ini," terang Hongki Chandra Liman, Selasa (5/9) malam.    Bahkan beberapa warga non Tionghoa juga ikut meramaikan kegiatan ritual keagamaan ini. 

Tampak beberapa masyarakat memperebutkan persembahan sembayang Rebut atau yang biasa disebut Chit Ngiat Pan atau Chong Shi Ku.   

"Acara ini, bukan arti kami terbatas hanya untuk umat Tionghoa saja, tapi seluruh umat di muka bumi ini boleh ikut mengantarkan,  bukan arti kata kami mengajak untuk ikut ritual sembayang, namun hanya sekadar bersama-sama mengantarkan para arwah," tuturnya. (ble/bob)
 

Komentar