Birokrat dan Wakil Rakyat Ramaikan Pilkada KKU

Kayong Utara

Editor Kiwi Dibaca : 374

Birokrat dan Wakil Rakyat Ramaikan Pilkada KKU
Ilustrasi
SUKADANA, SP - Tak hanya dari kalangan politisi, bursa pencalonan di Pemilihan Kepala Daerah ( Pilkada) Kabupaten Kayong Utara juga menarik niat para birokrat untuk maju sebagai bakal calon bupati dan wakil bupati.  

"Kita ketahui mereka yang daftar ke Partai Politik (Parpol) kemarin, terdiri dari berbagai macam kalangan, ada yang dari politisi, masyarakat umum dan birokrat aktif," ujar Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) KKU, Dedy Efendy, Rabu (13/9).   Menurutnya, pencalonan PNS, TNI, dan Polri di Pilkada sebenarnya sudah diatur dalam PKPU, dengan ketentuannya, jika mereka ingin maju sebagai Calon Bupati maupun Wakil Bupati, maka harus mengundurkan diri terlebih dahulu dari jabatannya.  

"Di Peraturan KPU ini juga sudah diatur tentang itu," katanya.   Tetapi, dikatakannya, proses pengunduran diri tersebut, setelah ditetapkannya oleh KPU sebagai calon yang telah memenuhi syarat.   

"Setelah itu, barulah mereka membuat surat pengajuan mengundurkan diri kepada atasannya. Dalam ketentuan Undang-undang, surat keputusan tentang pemberhentian mesti diterima KPU, setelah 30 hari sebelum pemungutan suara," jelas Dedy.   Demikian pula halnya bagi Anggota DPRD yang masih aktif, surat pengunduran diri diajukan setelah anggota DPRD tersebut ditetapkan sebagai calon. (ble/bob)