Langganan SP 2

PAUD di Karimata Tidak Berjalan

Kayong Utara

Editor Kiwi Dibaca : 170

PAUD di Karimata Tidak Berjalan
MENGAJAR – Anak-anak peserta PAUD sedang mendapat pelajaran dari tenaga pendidik. PAUD di wilayah Kepulauan Karimata, Kabupaten Kayong Utara, hingga kini tidak berjalan maksimal karena tidak ada tenaga pendidik
SUKADANA, SP – Program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di wilayah Kepulauan Karimata, Kabupaten Kayong Utara, hingga kini tidak berjalan maksimal. Pasalnya, tidak ada guru atau tenaga pendidik yang mau mengajar di daerah pulau terluar tersebut.

“Jadi kendalanya kita kurang tenaga pendidik di daerah kepulauan, sehingga gedung PAUD yang dibangun tidak berfungsi atau belum berjalan,” kata Kepala Bidang Pengembangan PAUD dan Dikmas Dinas Pendidikan Kayong Utara, Rahma Idrus di Sukadana, kemarin.

Menurut Rahma, minimnya tenaga pendidik yang memiliki kualifikasi guru S1 PAUD juga menjadi permasalahan  utama penyelenggaraan pendidikan anak di usia antara 2-6 tahun tersebut, terutama di daerah kepulauan.
“Kita mau mengirim tenaga honorer ke sana, tapi tidak mungkin karena tidak sesuai dengan budget-nya,” terang istri wakil bupati Kayong Utara ini.

Sedangkan masyarakat Kepulauan Karimata sendiri, enggan ingin menjadi tenaga pendidik di sana karena honor yang kecil. “Jadi kalau standar Dinas Pendidikan itu untuk stimulan tenaga honor PAUD hanya Rp400 ribu sampai Rp500 ribu. Mereka di sana yang bisa mengajar, lebih memilih menjadi perangkat desa karena honornya lebih besar yakni sekitar Rp700 ribu,” ungkapnya.

Rahma menambahkan, saat ini seluruh desa sudah memiliki PAUD, bahkan dari total 43 desa yang ada di Kayong Utara sudah terbangun sebanyak 79 PAUD. "Jumlah PAUD kita sekarang ada sekitar 79 PAUD, yang terdiri 5 PAUD negeri dan sisanya PAUD non formal. Tahun ini ada delapan PAUD yang akan kita bangun," kata Rahmah.

Rahmah mengakui bahwa saat ini jumlah PAUD yang ada sudah mencukupi, namun karena ada beberapa lokasi PAUD yang jauh dari rumah warga, khususnya warga transmigrasi, maka pihaknya akan membangun PAUD di setiap dusun.

"Sebenarnya untuk jumlah PAUD sudah cukup, namun karena lokasi, terutama di daerah transmigrasi, rumah murid dengan lokasi (PAUD) cukup jauh, dan kemungkinan akan di tambah PAUD di masing-masing dusun," harapnya. Antusias masyarakat untuk memasukan anaknya di PAUD dinilai cukup tinggi, namun ada beberapa daerah yang masyarakatnya masih musiman untuk menyekolahkan anaknya di PAUD. (ble/ind)