Langganan SP 2

KPU Kayong Utara Rekrut PPK yang Berkompeten

Kayong Utara

Editor Kiwi Dibaca : 110

KPU Kayong Utara Rekrut PPK yang Berkompeten
SELEKSI - Sebanyak 79 orang peserta mengikuti tes tertulis seleksi calon Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) se Kabupaten Kayong Utara di Gedung Anugerah
SUKADANA, SP - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kayong Utara menggelar tes tertulis bagi para calon Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) se Kabupaten Kayong Utara di Gedung Anugerah, Rabu (25/10).   

Anggota KPU KKU, Rudi Handoko mengatakan, pembentukan PPK se Kabupaten Kayong Utara dalam rangka persiapan pelaksanaan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Barat serta pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kayong Utara tahun 2018.   "Jumlah calon PPK sebanyak 79 orang peserta yang telah lulus dalam seleksi administrasi. 

Selama kegiatan tes tertulis seleksi calon anggota PPK se KKU berjalan dengan tertib dan aman," ujarnya.   Setelah tes tertulis, tambah Rudi, para peserta yang lolos kemudian akan mengikuti tahap terakhir tes wawancara.   

"Setelah tes wawancara, baru ditentukan lima PPK terpilih. Masing-masing kecamatan berjumlah lima anggota PPK, dan untuk se Kayong Utara ada enam kecamatan, maka total jumlah PPK sebanyak 30 orang, " jelasnya.   

Menurutnya, PPK merupakan kepanjangan tangan dari KPU. Untuk itu, harus diisi oleh orang-orang dengan kualifikasi yang dibutuhkan oleh KPU. Sehingga penentuan kriteria atau syarat yang ditetapkan KPU dalam proses rekrutmen ini sangat berpengaruh pada kelancaran proses tahapan pemilu nantinya.
 

"Jadi benar-benar pelamar yang berkompeten dan sesuai dengan kualifikasi yang akan diterima," katanya.   Ketatnya proses rekrutmen PPK, dikatakannya, mengacu pada terlaksananya pemilu dengan baik mulai dari proses tahapan hingga berakhirnya pemilu.

PPK yang berada langsung di kecamatan otomatis secara langsung juga berhadapan dengan masyarakat yang meliputi proses pendaftaran pemilih, setting logistik dan penghitungan suara. Sehingga kualifikasi yang tepat baik secara skill, kemampuan penguasaan teknologi dan wawasan sangat diperlukan.  

"Jangan sampai personel PPK yang direkrut merupakan orang-orang yang tidak paham teknologi dan tidak memiliki skill yang memadai. Karena kondisi ini nantinya akan menghambat kerja KPU dan menghambat proses pemilu kedepannya," tuturnya. (ble/bob)