Langganan SP 2

Warga Prihatin Bukit Mendale Marak Perburuan

Kayong Utara

Editor Kiwi Dibaca : 97

Warga Prihatin Bukit Mendale Marak Perburuan
BURUNG ENGGANG
SUKADANA, SP -  Aktivitas perburuan burung marak terjadi di kawasan Bukit Mendale, Gunung Sembilan, Kabupaten Kayong Utara. Akibatnya, kehidupan burung-burung di sana makin terancam. Salah seorang warga Gunung Sembilan, Udin mengatakan, aktivitas perburuan burung marak terjadi dalam beberapa tahun belakangan.

"Padahal Bukit Mendale menjadi tempat tinggal habitat burung Enggang yang sudah sangat sulit ditemui," ungkapnya, Kamis (26/10).   

Ia mengaku,  beberapa warga sekitar pernah bertemu dan menegur para pemburu hewan liar di kawasan Bukit Mendale. Namun, mereka seakan cuek dan tidak mengindahkan imbauan dari masyarakat sekitar.
 

"Kami warga sekitar sudah beberapa kali mengingatkan mereka (pemburu-red), agar tidak melakukan aksi ilegalnya di kawasan Bukit Mendale. Sebab ini merupakan wilayah atau habitatnya burung enggang," katanya.  

Walaupun, diketahui berburu hewan jenis kera dan kelelawar, namun tidak menutup kemungkinan, mereka juga akan menjadikan burung enggang atau hewan yang dilindungi lainnya sebagai target.   Para pemburu yang membawa senjata senapang angin ini, diakuinya kerap keluar dari kawasan bukit dengan membawa bermacam hewan buruan.  

"Kita memang belum melihat atau mempergoki mereka membawa burung enggang," katanya.   Menurut pengakuan para pemburu, mereka hanya mencari hewan jenis kera dan kelelawar.   Untuk diketahui, Bukit Mendale, Gunung Sembilan merupakan habitat burung enggang jenis rangkong dan gading.   

Keberdaan burung enggang di Bukit Mendale, diharapkannya dapat menjadi perhatian pemerintah atau pihak terkait lainnya, untuk menjaga keasrian dan kelestarian alam di Kabupaten Kayong Utara.  

"Kita harapkan hal ini menjadi perhatian semua pihak,  karena kita takutkan habitat enggang ini menjadi terganggu karena adanya aktivitas pemburuan," harapnya.   Dirinya juga sudah meminta perangkat desa untuk menyadarkan warga yang terlibat perburuan.

"Kita sosialisasi juga mengajak masyarakat menghentikan perburuan, kalau masih terjadi nanti kita akan mengambil tindakan repreaif," sebutnya. (ble/bob)