Langganan SP 2

Hilaria Ajak Orangtua Proaktif Awasi Aktivitas Anak

Kayong Utara

Editor Tajil Atifin Dibaca : 165

Hilaria Ajak Orangtua Proaktif Awasi Aktivitas Anak
TAUSIAH - Sekretaris Daerah (Sekda) Kayong Utara, Hilaria Yusnani memberikan tausiahnya di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Sukadana
SUKADANA, SP - Setiap orangtua mesti melindungi anaknya dari berbagai pengaruh negatif yang dapat merusak masa depan generasi bangsa.   Demikian pesan yang disampaikan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kayong Utara, Hilaria Yusnani saat membuka acara Sosialisasi dan Tausiah, di  Sekolah Menengah Pertama (SMP) 1 Sukadana, kemarin.  

“Saya menyambut baik acara sosialisasi dan tausiah yang diadakan oleh sekolah  ini. Saya juga berpesan, karena anak adalah titipan tuhan, maka para orangtua mesti melindunginya agar tercapai masa pertumbuhan dan perkembangannya. Sehingga kelak menjadi seorang manusia dewasa yang berguna bagi keluarga dan bangsa, ini sebagai keberlanjutan masa depan bangsa,” tuturnya.  

Menurutnya, masa anak-anak adalah masa emas dimana masa inilah anak mengalami perkembangan seperti, faktor internal yang mempengaruhi perkembangan anak, yang melingkupi taraf kecerdasan, konsep diri, motivasi berprestasi, minat, bakat, sikap, dan sistem nilai.  

Sementara faktor eksternalnya, meliputi hubungan di lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, dan lingkungan masyarakat.  

“Kenakalan remaja di era modern ini sudah melebihi ambang batas kewajaran. Banyak anak di bawah umur yang sudah mengenal rokok, narkoba, free sex, dan terlibat banyak tindakan kriminal lainnya. Fakta ini sudah tidak dapat dipungkiri lagi, kita dapat melihat brutalnya remaja jaman sekarang melalui media elektronik atau terlihat di lingkungan sekitar,”ungkap Hilaria.
 

Ia mengungkapkan faktor dominan yang mengakibatkan penyebab penyimpangan  terjadi pada usia muda, dikarenakan antara lain, kurangnya kasih sayang orangtua, kurangnya pengawasan dari orangtua, pergaulan dengan teman yang tidak sebaya, peran dari perkembangan IPTEK yang berdampak negatif.  

“Selain itu tidak adanya bimbingan kepribadian dari sekolah, dasar-dasar agama yang kurang, tidak adanya media penyalur bakat dan hobi, kebebasan yang berlebihan serta masalah yang dipendam,” bebernya.  

Untuk mengantisapi hal tersebut, dikatakannya, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan, pertama menguatkan pendidikan agama sejak dini. Upaya ini berguna untuk mempertebal keimanan diri kita sendiri, kemudian mentaati nasihat – nasihat dari orangtua, guru dan jangan terpancing untuk mencoba hal-hal yang melanggar norma agama dan hukum.  

“Setiap anak  harus mempunyai konsep hidup yang benar serta menyusun rencana masa depannya. Upaya ini semata untuk memperoleh kehidupan dan masa depan yang baik,” tuturnya. (hms/ble/bob)