Konversi Elpiji Melon ke Bright Gas Picu Masalah, Begini Cerita Konsumen

Kayong Utara

Editor K Balasa Dibaca : 462

Konversi Elpiji Melon ke Bright Gas Picu Masalah, Begini Cerita Konsumen
Elpiji tiga kilogram. (Antara foto)
SUKADANA, SP – Konversi gas elpiji tiga kilogram ke elpiji 5,5 kilo atau Bright Gas, yang sudah disosialisasikan  beberapa waktu lalu di Kabupaten Kayong Utara, mulai menimbulkan masalah. Satu di antaranya, kelangkaan gas elpiji tiga kilogram di pasaran.

Seorang konsumen, Budi (31) mengatakan, dirinya kesulitan untuk mendapatkan gas tiga kilogram. Dan jika pun dapat, harganya mencapai Rp25 ribu per tabung. Padahal sebelumnya jika kondisi normal, harganya hanya Rp18 ribu.

"Beberapa hari yang lalu,  memang ada dari Pertamina sosialisasi untuk mengganti gas tiga kg ke 5,5 kg. Tapi barangnya terbatas, saya juga tidak sempat menukarnya. Jadinya tetap pakai yang tiga kg," ungkap warga Setegar, Kecamatan Sukadana ini, Jumat (17/11).

Budi memprediksikan, jika nanti kebijakan pemerintah tersebut telah berlaku secara keseluruhan, akan semakin menambah beban hidup. Karena harga isi ulang gas 5,5 kg pada saat promosi saja dijual seharga Rp65 ribu.

Budi berharap, perubahan yang menghilangkan subsidi tersebut tidak diikuti dengan kenaikan harga yang lain. Selain itu, pegawai honor Pemkab KKU ini juga berharap adanya kenaikan gaji.

Dari pantauan Suara Pemred di pasaran, khususnya di Ibukota Kabupaten Kayong Utara, Sukadana, elpiji tiga kilogram mulai susah dibeli masyarakat. Jika pun ada, harganya dibanderol hingga Rp25 ribu. (ble)