Polsek Simpang Hilir Cegah Kasus KDRT

Kayong Utara

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 173

Polsek Simpang Hilir Cegah Kasus KDRT
SOSIALISASI - Polsek Simpang Hilir menggelar Kegiatan Sosialisasi Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) di Gedung Graha Desa Medan Jaya, kemarin. (SP/Arief)
SUKADANA, SP - Polsek Simpang Hilir menggelar Kegiatan Sosialisasi Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) di Gedung Graha Desa Medan Jaya, Kecamatan Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara, kemarin. Kegiatan tersebut diikuti kurang lebih sebanyak 50 peserta.

Kapolsek Simpang Hilir, IPTU Aris Pramudji Widodo berharap dengan adanya kegiatan ini, masyarakat dapat mengetahui bahwa kaum perempuan telah mendapat perlindungan secara hukum. Ini telah diatur sesuai dengan Undang-undang (UU).  

Undang-undang perlindungan ini berlaku untuk semua komponen yang ada di dalam rumah tangga, baik itu keponakan ataupun pembantu. 

"Jika terdapat kekerasan, maka akan masuk dalam kategori Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Untuk itu, kegiatan seperti ini memang sangat penting untuk dilaksanakan,” terangnya.
 
Terkait sanksi hukumannya, ia menjelaskan, KDRT dapat diancaman hukuman pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun atau denda paling banyak Rp15 juta. 

"Itu kalau penganiayaan dan penelantaran. Namun perkara ini masuk perkara seleksi Asia. Maksudnya laporan tersebut bisa diacabut,” jelasnya.

Tindakan KDRT sebagian besar merupakan perbuatan aduan (delik aduan), perbuatan aduan adalah perbuatan yang baru akan ditindak oleh pihak berwajib (kepolisian) apabila ada aduan yang masuk, tetapi apabila tidak ada aduan yang masuk, maka pihak berwajib tidak dapat melakukan upaya perlindungan maupun pengamanan.

Polsek Simpang Hilir, diakuinya pada tahun ini beberapa kali mendapatkan laporan mengenai kasus KDRT. Namun demikian, dirinya sangat berharap hal tersebut, tidak terulang kembali terjadi di Simpang Hilir.

“Maka dari itu, saya sangat berharap, melalui kegiatan sosialisasi ini, dapat menekan kasus KDRT di Simpang Hilir,”harapnya.
 
Adapaun yang menjadi narasumber pada kegiatan sosialisasi ini, yakni Surya Cristianingrum (Tim P2TP2A), Sudirmansyah (Depag Kayong Utara) dengan materi "Kasus KDRT dari Sudut Pandang Agama". Sementara itu, pemateri Dr Lukman Harahap (Dinkes Kayong Utara) fokus pada tema "Pelayanan Kesehatan bagi Korban KDRT. (ble/bob)

Komentar