IPHI Latih Calon Jemaah Umrah Kayong Utara

Kayong Utara

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 219

IPHI Latih Calon Jemaah Umrah Kayong Utara
Ilustrasi. Net
SUKADANA, SP - Ketua Ikatan Persatuan Haji Indonesia (IPHI) Kabupaten Kayong Utara, Norman memberikan pelatihan bagi para jemaah calon umrah di Desa Simpang Tiga, Kecamatan Sukadana, kemarin. 

Belasan jemaah tersebut terdiri dari Desa Simpang Tiga dan Desa Riam Berasap Jaya, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara. Dua jemaah lainnya dari Desa Kuala Satong, Ketapang. Mereka akan memulai perjalanan ke Tanah Suci pada 22 Januari 2018.

"Walau ini hanya ibadah umrah dan hukumnya sunnah, namun hendaklah tetap melaksanakan dengan sungguh-sungguh. Jangan hanya pergi umrah yang terkesan hanya jalan-jalan, sehingga bukan untuk ibadah," pesannya.

Dalam kesempatan itu, Norman memberikan pembekalan bagi para jemaah supaya dapat memahami tata cara ibadah umrah. Mulai dari niat dan mengenakan pakai ihrah di Bir Ali hingga menuju Masjidil Haram di Makkah untuk tawaf. Selanjutnya, Sa'i yaitu berjalan dan berlari-lari kecil dari bukit Safa ke Marwa. Terakhir, tahallul mencukur rambut. 

"Ke empat hal tersebut yaitu (niat dan mengenakan ihrah, tawaf, sa'i, dan tahallul adalah rukun yang harus dilakukan ketika ibadah umrah," terangnya. 

Salah satu jemaah asal Siduk, Desa Simpang Tiga, Amat Lase mengungkapkan, niatnya untuk umrah semata-mata hanyalah untuk ibadah. 

"Kebetulan, Allah titipkan sedikit rizki, sehingga pada tahun ini saya dapat menunaikan ibadah sunnah umrah," ujarnya. 

Sementara itu, jemaah lainnya, Budi mengungkapkan, dirinya juga telah memasang niat untuk menunaikan ibadah wajib haji. Hanya saja, antrean haji terbilang panjang, sehingga dirinya dan istri memutuskan untuk ibadah umrah terlebih dahulu. 

Untuk diketahui, Kasubag Haji dan Umrah Kemenag KKU, Kwatno menerangkan, saat ini sudah sekitar 600 jemaah yang terdaftar jemaah calon haji. Dengan begitu, jika mendaftar tahun ini, maka baru dapat diberangkatkan sekitar delapan tahun mendatang. 

"Untuk mendaftar agar dapat nomor antrean haji dengan menyetor uang di bank sekitar Rp25 juta. Sekarang nama-nama jemaah terdaftar di online," tuturnya. (ble/bob)

Komentar