Potret Kemiskinan di Desa Teluk Melano

Kayong Utara

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 193

Potret Kemiskinan di Desa Teluk Melano
BUTUH BANTUAN - Mas Munir, warga Jalan Gusti Aplos, RT 008/RW OO3, Desa Teluk Melano, Kecamatan Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara, sudah 24 tahun hidup di atas pembaringan karena sakit. (Ist)

Munir 24 Tahun Berada di Pembaringan


Di tengah banyaknya program entaskan kemiskinan dan kesehatan gratis yang digemakan oleh pemerintah, ternyata tak sepenuhnya dirasakan oleh masyarakat. Sebab, sampai saat ini masih ada sebagian warga yang mengalami kesulitan. 

SP - Hal ini dialami oleh warga Jalan Gusti Aplos, RT 008/RW OO3, Desa Teluk Melano, Kecamatan Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara.

Mas Munir, hampir 24 tahun hidup di atas pembaringan. Tubuhnya sangat kurus sehingga terlihat seperti tulang berbalut kulit. Sesekali dirinya terlihat sedih, ketika ia meratapi nasib yang dialaminya ini.

Kondisi kesehatannya terus memburuk sejak jatuh sakit pada tahun 1994. Sudah berbagai upaya dan cara dilakukan untuk menyembuhkan penyakit lumpuh atau komplikasi pria yang kesehariannya bekerja sebagai sopir angkutan umum Ketapang - Teluk Melano ini.

"Hampir 24 tahun, saya mengalami kelumpuhan dan kaku di seluruh persendian badan, sehingga tak mampu lagi bekerja," ujar pria kelahiran Pulau Kumbang ini.

Hidup menjadi keluarga miskin membuatnya tidak mampu membiayai penyembuhan dan menafkahi seorang istri dan satu orang yang masih duduk di bangku sekolah.

"Saya tidak ada lagi biaya untuk pengobatan, karena sekarang saya sudah tidak punya apa-apa lagi," katanya.

Mas mengaku tak mampu untuk berobat di rumah sakit. Dia hanya pasrah dengan keadaannya yang dialaminya ini, dan menunggu keajaiban untuk bisa sembuh. Ya, hanya bermodalkan keyakinan dan doa.

Selama ini, dirinya berbobat dengan cara tradisional. Namun hal tersebut tidak menghasilkan secercah harapan atau adanya tanda kesembuhan. 

"Saya sudah mencoba meminta bantuan kepada pihak Pemerintah Desa untuk memohon direkomendasikan sebagai warga yang berhak menerima bantuan dari pemerintah, seperti bantuan pengobatan, perehaban rumah dan bantuan sosial lainnya," ungkap Mas Munir.

Kini, dirinya hanya berharap ada pihak yang mau membantu biaya pengobatan dan tunjangan hidup bagi keluarganya yang masuk atau tergolong sebagai warga yang kurang mampu

"Saya berharap ada bantuan dari dermawan dan pemerintah, semata untuk meringankan beban hidup yang saya dan keluarga alami ini. Semoga tuhan membalas segala budi dan kebaikan hambanya yang telah menolong selama ini," tutur Mas Munir. (bob soeryadi/lis)