KPU Kayong Utara Sosialisasikan Tahapan Kampanye

Kayong Utara

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 173

KPU Kayong Utara Sosialisasikan Tahapan Kampanye
SOSIALISASI - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kayong Utara menggelar Sosialisasi Tahapan, Program dan Jadwal Kampanye Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kayong Utara tahun 2018, di Hotel Mahkota Kayong, Sukadana, Selasa (6/2). (SP/Arief)
SUKADANA, SP- Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Kayong Utara gelar Sosialisasi Tahapan, Program dan Jadwal Kampanye Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kayong Utara tahun 2018, di Hotel Mahkota Kayong, Sukadana, Selasa (6/2).

Acra ini dihadiri seluruh partai pengusung dan tim sukses dari masing-masing Bakal Pasangan Calon (Bapaslon),Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kepolisian serta organisasi masyarakat lainnya.

Anggota KPU Kayong Utara, Rudi Handoko mengatakan, setelah Pasangan Calon (Paslon) ditetapkan pada tanggal 15 Februari 2018, dan memiliki nomor urut, maka kampanye sudah mulai boleh dilakukan. 

"Dari tanggal 15 Februari hingga 23 Juni 2018 sudah dimulai masa kampanye. Secara keseluruhan ada tahapan-tahapan yang harus dilalui oleh masing-masing Bapaslon. Yang nantinya akan diatur oleh KPU lebih lanjut," terang Rudi. 

Ditambahkannya, untuk alat peraga kampanye dan lain sebagainya, merupakan domain KPU. Piahaknya mempersilahkan para kandidat membuat desainnya, kemudian dicetak oleh KPU. Dan akan disebar dan dipasangkan oleh KPU di zona-zona yang telah diatur, berdasarkan rekomendasi dari Pemerintah Daerah (Pemda) Kayong Utara.

Ia mengatakan, ada tempat-tempat tertentu yang harus bersih dari unsur atau media kampanye. Yang nantinya akan diterbitkan KPU zona terlarang dari media kampanye. 

"Tempat ibadah, lokasi pendidikan, lokasi tempat pelayanan kesehatan, termasuk gedung-gedung pemerintahan, misalnya perkantoran tidak boleh dijadikan tempat berkampanye, termasuk memasang baliho atau spanduk dan lain sebagainya," jelasnya.

Dirinya juga berpesan kepada masyarakat Kayong Utara untuk proaktif dan berpartisipasi, terutama yang telah memiliki hak pilih untuk menghadiri masa kampanye para kandidat.

"Hal ini dimaksudkan agar masyarakat mengetahui visi dan misi dari masing-masing kandidat," tutup Rudi. (ble/bob)