Kades Penjalaan Diduga Berpolitik Praktis

Kayong Utara

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 132

Kades Penjalaan Diduga Berpolitik Praktis
Ilustrasi. Net
SUKADANA, SP - Tahapan kampanye Pilkada Kalimantan Barat yang baru dimulai 15 Februari lalu, dihebohkan dengan foto salah seorang oknum Kepala Desa (Kades) yang ikut foto bersama dengan salah satu pasangan calon, dengan menggunakan atribut lengkap partai.

Foto tersebut diunggah oleh salah seorang pengguna akun facebook. Kepala Desa yang menggunakan atribut partai tersebut diduga Kepala Desa Penjalaan atas nama Widodo.  

Warga Kayong Utara, Hermanto yang memberikan informasi kepada beberapa awak berharap agar pelanggaran ini dapat ditindaklanjuti oleh instansi terkait, karena di dalam aturan sudah jelas, kepala desa dilarang ikut berpolitik praktis. 

"Ya, kita harap informasi ini ditindaklanjuti oleh Panwaslu. Kades jelas dilarang ikut berpolitik,  kampanye,  dan menggunakan atribut partai," ucapnya, Selasa (20/2). 

Berdasarkan foto yang dikirim oleh Hermanto,  tampak kepala desa sedang berfoto bersama salah satu pasangan calon Gubenur Kalbar dengan menggunakan pakaian dan topi Partai Nasdem.

Terkait beredar fotonya menggunakan atribut partai, Kepala Desa Penjalaan, Widodo saat dikonfirmasi melalui telepon membenarkan, bahwa di dalam foto tersebut adalah dirinya saat menghadiri salah satu Paslon daftar ke KPU. Namun diakuinya,  bahwa dirinya saat itu bukanlah bagian dari anggota salah satu partai politik. 

"Ia itu benar foto saya. Karena sayakan hanya bagian dari  Gerakan Permuda (Garda),  bukan partai. Itu momen saat  mendampingi salah seorang Paslon mendaftar ke KPU. Saat itu, bupati saja pergi, masak kita tidak boleh pergi," kata Widodo,  Selasa (20/2).

Saat ditanya  mengenai atribut partai yang digunakannya, widodo mengaku hanya meminjam milik rekannya. 

"Saya cuma pinjam punya kawan. Saya tidak terdaftar di partai manapun. Kalau di gerakan pemuda ini kan bebas," tambahnya. 

Menanggapi persoalan itu, Ketua DPD Partai Nasdem Kabupaten Kayong Utara, Tajudin mengatakan oknum Kades yang berfoto bersama salah satu pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Barat itu, bukanlah merupakan seorang kader partai.

"Oknum Kades tersebut hanya ikut-ikutan. Hanya cuma pakai baju. Pengurus juga bukan, kader juga bukan," tegas Tajudin.

Sesuai aturan yang berlaku, diterangkannya, bahwa kepala desa memang dilarang keras untuk menjadi pengurus dan kader partai politik.

"Terkait foto yang beredar tersebut, saya tegaskan itu di luar arahan atau instruksi partai. Tetapi merupakan inisiatif dari oknum kades yang bersangkutan," tuturnya. (ble/bob)

Komentar