Bupati Kayong Utara Buka Musrembang RKPD 2019

Kayong Utara

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 193

Bupati Kayong Utara Buka Musrembang RKPD 2019
MUSREMBANG - Bupati Kayong Utara, Hildi Hamid membuka kegiatan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrembang) RKPD Kabupaten Kayong Utara tahun 2019 di Pendopo Bupati, Tanah Merah, Sukadana, Selasa (20/3). (Humas)
SUKADANA, SP - Bupati Kayong Utara, Hildi Hamid membuka secara resmi kegiatan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) RKPD Kabupaten Kayong Utara tahun 2019 di Pendopo Rumah Dinas Bupati, Tanah Merah, Sukadana, Selasa (20/3).

Dalam musyawarah tersebut, tampak hadir pula Wakil Bupati Kayong Utara, Idrus serta Kepala Bappeda Provinsi Kalbar, Ahi yang mewakili Pj Gubernur Kalimantan Barat.

Dalam sambutannya, Hildi mengatakan, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Kayong Utara, jika dilihat berdasarkan sektor, maka pembentukan PDRB Kayong Utara terbesar berasal dari sektor pertanian, kehutanan dan perikanan, yakni 31,43 persen.

Kemudian, sektor perdagangan besar dan eceran sebesar 13,17 persen. Sektor konstruksi 10,03 persen. Dan sektor industri pengolahan sebesar 9,93 persen, serta disusul sektor-sektor lainnya, kontribusinya di bawah 8 persen.

"Secara umum, pembentukan PDRB Kayong Utara tahun 2016, masih didominasi oleh sektor pertanian. Walaupun kecenderungannya mengalami penurunan. Meskipun secara kuantitatif meningkat, yakni pada komoditi padi," terang Hildi.

Ia melanjutkan, pendapatan per kapita penduduk Kabupaten Kayong Utara tahun 2016 sebesar Rp29,39 juta, relatif lebih rendah jika dibandingkan pendapatan per kapita Provinsi Kalimantan Barat Rp33,22 juta, maupun nasional sebesar Rp48 juta.

Namun, jika dibandingkan dengan pendapatan per kapita kabupaten atau kota yang ada di Provinsi Kalimantan Barat, maka pendapatan per kapita Kayong Utara berada pada posisi menengah, tepatnya berada pada urutan ke- 7 dari 14 Kabupaten atau Kota se- Kalimantan Barat.

"Sementara itu, upaya penurunan angka kemiskinan di Kabupaten Kayong Utara masih memerlukan kerja keras kita semua, dimana pada tahun 2017 tercatat tingkat kemiskinan Kayong Utara sebesar 9,89 persen. Adapun jika dibandingkan dengan tingkat kemiskinan Provinsi Kalimantan Barat yakni 8.00 persen, maka posisi Kayong Utara relatif lebih tinggi. Namun, terhadap nasional 10,12 persen, posisi tingkat kemiskinan Kabupaten Kayong Utara, relatif lebih rendah," papar Bupati.

Dirinya juga mengutarakan bahwa Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Kayong Utara mengalami peningkatan, dari 60,09 pada tahun 2015, telah meningkat menjadi 60,87 pada tahun 2016.

"Dimana jika dilihat berdasarkan peringkat, IPM Kabupaten Kayong Utara merupakan yang terendah di Kalimantan Barat," tutup Hildi. (hms/ble/bob)