Perekonomian KKU Didominasi Sektor Pertanian

Kayong Utara

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 167

Perekonomian KKU Didominasi Sektor Pertanian
DISKUSI - Bupati Kayong Utara, Hildi Hamid berdiskusi dengan pejabat di Pemerintahan Kabupaten Kayong Utara, belum lama ini. (SP/Airef)
SUKADANA, SP - Tiga sektor yang mendominasi struktur perekonomian Kabupaten Kayong Utara tahun 2016 atas dasar harga berlaku adalah sektor pertanian, kehutanan dan perikanan 29,77 persen, sektor perdagangan besar dan eceran, khususnya reparasi mobil dan sepeda motor 13,15 persen, dan sektor kontruksi 11,31 persen. 

Demikian disampaikan Bupati Kayong Utara, Hildi Hamid, belum lama ini.

Dari ketiga sektor tersebut, sektor pertanian memiliki kontribusi yang dominan. Dengan sub sektor perikanan yang menjadi penyumbang terbesar.

"Secara umum, laju pertumbuhan Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Kayong Utara atas dasar harga konstan 2016 menunjukkan nilai yang positif, dengan laju tertinggi dipegang oleh sektor pengadaan listrik dan gas. Laju pertumbuhan yang positif menunjukkan adanya peningkatan output pada masing-masing sektor," terang Hildi.

Berdasarkan angka PDRB atas dasar harga konstan 2010, sambung Hildi, laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kayong Utara tahun 2016 sebesar 5,98 persen. Ini merupakan yang tertinggi dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. 

Dilanjutkannya, laju pertumbuhan riil Kabupaten Kayong Utara sepanjang 2013-2016 selalu positif dan meningkat, meskipun pada 2015 pertumbuhan ekonomi mengalami perlambatan menjadi 5,04 persen dibanding tahun 2013 yang sebesar 5,25 persen, sebagai dampak krisis finansial global yang mempengaruhi permintaan hasil produksi yang berorientasi ekspor.

"Bila dibandingkan dengan Kabupaten/Kota se- Kalimantan Barat, pertumbuhan riil perekonomian Kabupaten Kayong Utara tahun 2016 yakni 5,98 persen, berada pada posisi tertinggi keempat setelah Kabupaten Ketapang, 7,97 persen, Kabupaten Kubu Raya, 6,37 persen dan Kabupaten Mempawah 5,99 persen," katanya.

Adanya perubahan perhitungan PDRB dari yang semula menggunakan sembilan sektor menjadi 17 sektor, serta perubahan tahun dasar dari tahun 2000 menjadi 2010, memberikan pengaruh terhadap perekonomian di Kabupaten Kayong Utara. Dari semula lebih didominasi oleh kelompok premier, yaitu kelompok sektor ekonomi yang berhubungan langsung dengan pengelolaan sumber daya alam, bergeser menjadi kelompok tersier.

Kelompok tersier, kata Bupati, adalah kelompok sektor ekonomi yang berkaitan dengan nilai tambah yang diperoleh dari proses pengolahan informasi, daya cipta, organisasi dan koordinasi antar manusia atau dalam bahasa sederhananya adalah jasa.

"Hal ini menunjukkan perekonomian Kabupaten Kayong Utara sudah menuju ke arah perekonomian yang lebih maju," tuturnya. (ble/bob)