DPO Pencuri Rumah Walet Diringkus, Zulkarnain: Semue Element Mesti Jaga Keamanan

Kayong Utara

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 91

DPO Pencuri Rumah Walet Diringkus, Zulkarnain: Semue Element Mesti Jaga Keamanan
TERSANGKA - Tersangka DPO pencuri rumah walet saat digiring ke Polsek Simpang Hilir untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. (Ist)
Kapolsek Simpang Hilir, IPTU Aris Pramudji Widodo
“Kita menemukan barang bukti berupa handphone hasil bagian Rp7 juta, dari penjualan sarang walet yang dilakukan bersama tersangka lainnya (KAS)"

SUKADANA, SP - Pelarian Daftar Pencarian Orang (DPO) spesialis pencurian rumah walet akhirnya kandas ditangan Polsek Simpang Hilir, Polres Kayong Utara, Kamis (19/4) kemarin. Untuk mempertanggungjawbkan perbuatannya, tersangka terancam tujuh tahun kurungan penjara.

Kapolsek Simpang Hilir, IPTU Aris Pramudji Widodo membenarkan, adanya penangkapan terhadap DPO Polsek Simpang Hilir, yang merupakan kawanan tersangka berinisial KAS yang terlebih dahulu ditangkap oleh jajaran anggota Polsek Simpang Hilir. 

“KAS terlebih dahulu kita tangkap, dengan kasus yang sama,” ujar Aris, Minggu (22/4).

Aris menjelaskan, kronologis penangkapan pada hari Kamis (19/4) lalu, sekitar Pukul 10.00 WIB. Dimana Satuan Unit Reskrim Polsek Simpang Hilir menerima informasi jika DPO tersebut berada di Desa Kampar Sebemban, Kecamatan Simpang Dua, Kabupaten Ketapang.

“Berawal dari informasi tersebut, kemudian Unit Reskrim Polsek Simpang Hilir dipimpin langsung Ipda Daryanto di back up Polsek Simpang Dua langsung mencari keberadaan tersangka, ternyata tersangka berada di camp milik perusahaan perkebunan Sawit PT MKS yang sedang mengecat barak," jelasnya.

Selanjutnya, dilakukanlah penangkapan terhadap DPO tersebut yang pada saat itu juga sempat berusaha melawan untuk melarikan diri. Namun sejumlah anggota yang ada akhirnya berhasil menggiring tersangka ke Polsek Simpang Dua untuk diamankan.

"Setelah berhasil diamankan, tersangka digiring ke Polsek Simpang Hilir untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," katanya.

Aris menambahkan, dari tangan tersangka ditemukan barang bukti berupa Handphone dengan merek Samsung berwarna putih dari hasil penjualan sarang walet. 

“Kita menemukan barang bukti berupa handphone hasil bagian Rp7 juta, dari penjualan sarang walet yang dilakukan bersama tersangka lainnya (KAS),” jelasnya.

Aris menambahkan, untuk tersangka dikenakan tindak pidana pencurian dengan pemberataan sebagaimana dimaksud dalam rumusan Pasal 36 ayat (1) Ke 4e dan 5e KUH Pidana dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.

Sementara itu, Tokoh Masyarakat Simpang Hilir, Zulkarnain mengatakan, kasus pencurian walet di Kabupaten Kayong Utara ini bukan hal yang baru, sebab sudah sering terjadi. Selain pihak kepolisian, semua elemen masyarakat juga harus bisa menjaga keamanan, terutama pemilik rumah walet itu sendiri. 

"Bisa saja pihak desa menggiatkan kembali Siskamling. Selain itu, bisa juga dibuatkan Perda khusus untuk keamanannya, agar desa menarik iuran keamanan," terang Bang Jul sapaan akrabnya.

Jul yang juga merupakan tokoh politik ini mengatakan, hal yang menjadi dasar lagi adalah, Perda walet yang telah disahkan oleh DPRD KKU agar segera disosialisasikan dan diterapkan, agar ada PAD untuk Kabupaten Kayong Utara.

"Itu sangat penting untuk segera disahkan, demi mendambah PAD kabupaten kita ini," pungkasnya.

Buatkan Rumah Penjaga

ANGGOTA DPRD KKU, Riduansyah mengatakan, bahwa selama ini aparat hukum sudah melakukan pencegahan dengan cara memberikan acaman yang termuat di dalam pasal 36 ayat 1 ke 4e dan 5e KUHP.

"Ancaman tersebut seharusnya dapat memberikan efek jera kepada para pelaku pencurian, karena dalam pasal tersebut hukuman cukup berat," ujarnya.

Menurutnya, pelaku mencuri ini bukan karena faktor ekonomi, hanya saja kurangnya pendalaman tingkat keimanan dalam diri pelaku.

"Kalau pemulung atau pengemis, baru bisa dikatakan karena faktor ekonomi," jelasnya.

Pencurian itu, dikatakan pria yang akrab disapa Iwan ini, karena ada kesempatan. Untuk itu, kepada yang punya tempat burung walat, agar mau membikin rumah penjaga di sekitar lokasi.

"Dan sertakan satu orang atau lebih untuk stanbay di situ pada malam hari. Dengan begitu, akan aman serta dapat memberikan lapangan pekerjaan bagi masyarakat," pungkasnya. (ble/pul)