Anak Buah Pukul Pelajar SMA, Ini Penjelasan Kasatpol PP KKU

Kayong Utara

Editor Andrie P Putra Dibaca : 429

Anak Buah Pukul Pelajar SMA, Ini Penjelasan Kasatpol PP KKU
Kasatpol PP Kayong Utara, Badaruzzaman bersama stafnya, Zauzi. (SP/Bule)
SUKADANA, SP - Kasatpol PP Kabupaten Kayong Utara, Badaruzzaman memberikan klarifikasi terkait insiden pemukulan pelajar SMA yang dilakukan oleh anggotanya bernama Zouzi.

Menurut Badaruzzaman, pihak sekolah sendiri yang meminta kepada  Satpol PP untuk memantau aktivitas para murid, dan memberikan pengamanan saat kelulusan kemarin.

"Dari pengamanan yang kami lakukan, ada sekitar 50 orang yang diamankan ke Kantor Satpol PP untuk dilakukan pembinaan," ucapnya, Jumat (4/5).

Rekaman video pemukulan yang akhirnya viral di medsos, berawal dari salah satu staf Satpol PP, Zouzi menyuruh para siswa membuka seragam sekolah yang telah dicoret-coret. 

Namun salah satu siswa malah melemparkan seragamnya kepada Zouzi.

"Inilah yang membuat staf saya di luar kendali, yang sebenarnya bukan melakukan pemukulan, tetapi ingin menghampiri siswa, yang saya sendiri menahan Zouzi untuk tidak bertindak sembarangan," terang Badaruzzaman.

Menurutnya, jika masyarakat atau siapa pun ingin mengetahui kebenaran kejadian ini, dipersilahkan datang ke Kantor Satpol PP KKU, agar mengetahui duduk permasalahannya.

Badaruzzaman meminta agar tidak memviralkan video ini, hingga akhirnya memperkeruh suasana dan memperuncing persoalan.

"Jangan sampai video yang beredar malah merugikan kedua belah pihak," pungkasnya. 

Sementara itu, Zouzi saat dimintakan keterangannya mengatakan Ini adalah resiko kerja yang harus dihadapi di dalam menegakkan ketertiban. Dirinya selalu siap menanggung segala resiko terkait dalam pelaksanaan tugasnya. 

"Saya menyesal, dan saya juga sudah ketemu langsung dengan siswa tersebut. Dan saling memaafkan. Apa yang saya lakukan tersebut hanya sebuah spontanitas sebagai seorang ayah yang marah karena anaknya tidak mengindahkan omongannya. Karena saya juga memiliki seorang putra yang sebesar itu. Lewat media ini saya memohon maaf kepada masyarakat, khususnya kepada siswa," ucap Zouzi.

Dirinya juga meminta kepada masyarakat untuk tidak lagi memviralkan video yang telah beredar. Silahkan saja masyarakat yang ingin mengetahui kebenarannya untuk datang ke Kantor Satpol PP bersilahturahmi dengan dirinya guna mengetahui duduk persoalan yang sebenarnya. (ble)