KONI Kayong Utara Akan Berikan Reward untuk Daud

Kayong Utara

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 99

KONI Kayong Utara Akan Berikan Reward untuk Daud
SAMBUT - Ketua KONI Kabupaten Kayong Utara, Damianus Yordan (kanan) didampingi Kabid Olahraga Dinas Kebudayaan dan Olahraga (tengah) saat menyambut kedatangan Daud Yordan (kiri) di Kayong Utara, kemarin. (SP/Bule)
SUKADANA, SP - Ketua KONI Kabupaten Kayong Utara, Damianus Yordan berencana akan memberikan reward kepada Daud "Cino" Yordan, yang telah mengharumkan nama Indonesia khususnya Kayong Utara (Kalbar) di kancah internasional. 

Damianus melihat bahwa, jauh sebelum dirinya menjadi Ketua KONI Kayong Utara, ada pemberian reward dari pemerintah. KONI akan mempelajarinya lebih lanjut. Jika tidak menyalahi aturan, kenapa tidak KONI memberikan reward kepada Daud Yordan, meskipun notabene Daud adalah saudara kandungnya. 

"Saya tetap akan memberikan apresiasi kepada Daud, mengikuti kebijakan-kebijakan yang sudah ada yang selama ini dijalankan. KONI akan bersikap profesional, bukan karena Daud adalah saudara kandung dari saya. Tapi karena Daud layak untuk mendapatkannya," terang Damianus, Minggu (6/5).

Dikatakannya, Daud sampai mengeluarkan darah untuk memperebutkan sabuk kejuaraan, hanya untuk mengharumkan nama Republik Indonesia dan Kabupaten Kayong Utara pada khususnya. Dia bertarung dengan baik, sehingga sang Merah Putih bisa berkibar di luar negeri.

"Kita sebagai insan olahraga harus peduli dengan itu, supaya tidak ada perbedaan antara atlet yang amatir maupun profesional," terangnya.

Menurut Damianus, image sekarang ini beranggapan bahwa petinju-petinju profesional tidak bisa dibiayai oleh negara. Padahal kalau melihat Undang-Undang Olahraga Nomor 3 Tahun 2015, pada pembukaannya dijelaskan bahwa atlet Indonesia adalah orang Indonesia yang tidak dibeda-bedakan, tidak diskriminasi pembinaannya.

"Mungkin melalui teman-teman di media bisa menyuarakan kesulitan atlet-atlet profesional untuk mendapatkan reward. Atau mendapatkan perhatian dari pemerintah karena alasan atlet profesional," terangnya. 

Damianus menegaskan, tidak ada perbedaan antara atlet amatir dan profesional, karena dalam UU sudah sangat jelas, bahwa sistim olahraga Indonesia dilaksanakan dengan demokrasi tanpa diskriminasi. Kata tanpa diskriminasi inilah yang menjadi rujukan untuk membantu atlet-atlet yang berprestasi. Termasuk prestasi yang diraih Daud Yordan. 

"Sekarang begini, jika Daud tidak bisa diberi reward atau katakanlah "upah" dari prestasinya, dia bisa diambil negara luar. Saya khawatir kalau ini tetap dipertahankan, dipertandingan-pertandingan berikutnya dia sudah menyanyikan lagu kebangsaan negara lain," terang Damianus.

Sebagaimana diketahui sebelumnya, Spanyol memiliki keinginan untuk menarik Daud menjadi warga negaranya. Ini akan menjadi tamparan buat Republik Indonesia.

"Selama Daud masih menyanyikan lagu Indonesian Raya, mengibarkan Merah Putih, harus kita hargai dan kita berikan apresiasi," tutupnya. (ble/pul)