Kayong Akhirnya Miliki Rumah Sakit, RSUD Sultan Muhammad Jamaludin I Mulai Beroperasi Setelah Diresmikan

Kayong Utara

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 79

Kayong Akhirnya Miliki Rumah Sakit, RSUD Sultan Muhammad Jamaludin I Mulai Beroperasi Setelah Diresmikan
GUNTING PITA - Bupati Kayong Utara, Hildi Hamid, didampingi Wakil Bupati Idrus, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, Andi Jap, saat menggunting pita menandakan di RSUD Sulatan Muhammad Jamludin I diresmikan, sehingga sudah dapat dioperasikan
Bupati Kayong Utara, Hildi Hamid
“Pengelola RSUD saya minta dapat menjaga sebaik mungkin, utamanya kebersiahan, agar dapat terus dimanfaatkan secara optimal dan berkesinambungan"

SUKADANA, SP - Bupati Kayong Utara, Hildi Hamid meresmikan gedung Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Muhammad Jamaludin I, di Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, Rabu (9/5) pagi.

Pada peresmian tersebut, turut dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat Andi Jap, Wakil Bupati, Idrus, Sekda, Utara Hilaria Yusnani, Ketua DPRD, M Sukardi beserta anggota, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tokoh masyarakat, tokoh agama serta para tamu undagan lainnya.  

Sebelum diresmikan, sejumlah tamu undangan diperlihatkan profil RSUD Sultan Muhammad Jamaludin I yang nantinya akan melayani masyarakat Kayong Utara. 

Bupati Kayong Utara, Hildi Hamid mengatakan, keberadaan RSUD Sultan Muhammad Jamaludin I dibangun dengan menggunakan dana bantuan Kementerian Kesehatan, melalui Danan Alokasi Khusus (DAK) bidang kesehatan tahun 2017.

"Sehingga pada tahun 2018 in telah terealisasi, berdiri rumah sakit pertama di Kabupaten Kayong Utara," ujarnya.  

Hildi menekankan, dengan telah berdirinya rumah sakit ini, tentu diharapakan dapat memberikan pelayanan kesehatan dengan baik kepada masyarakat. Kesehatan menjadi salah satu program yang selama ini terus berjalan.  

"Pendidikan dan kesehatan gratis sampai saat ini masih dipertahankan. Artinya pendidikan kita harus gratis 12 tahun dan kesehatan harus gratis juga," terangnya. 
 
Hildi sedikit bercerita ketika dirinya pertama kali dilantik, pada saat itu bertepatan dengan anak-anak masuk sekolah. Sehingga dirinya mengambil kebijakan dengan melihat kondisi masyarakat, untuk menjalankan program pendidikan gratis 12 tahun dan kesehatan gratis. 

“Saya pada saat itu ditagih, akhirnya saya terapkan pendidikan garatis dan kesehatan gatis kepada masyarakat,” bebernya.
 
Hildi juga mengimbau kepada masyarakat, agar tidak terlalu cepat menuntut dengan melihat rumah sakit yang baru diresmikan ini. Karena, tentu masih ada ada segala keterbatasannya.

"Jadi jangan sampai ada anggapan, percuma sudah rumah sakit tetapi masih juga dirujuk ke Ketapang. Saya harap masyarakat tidak demikian," inginnya. 

Untuk dapat mewujudkan pelayanan rumah sakit bermutu, dikatakan Hildi, perlu peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia, sarana dan prasarana.

"Hal tersebut jadi salah satu wujud komitmen kita, untuk senantiasa mendukung terselenggaranaya pelayanan kesehatan lebih baik," terangnya.

Ia juga berharap, dalam pengelolaan RSUD Sultan Muhammad Jamaludin I ini, dapat senantiasa menjaga dan memelihara sarana dan prasarana yang ada. Salah satunya dapat memperhatikan mengenai kebersiahan lingkungan.

“Pengelola RSUD saya minta dapat menjaga sebaik mungkin, utamanya kebersiahan, agar dapat terus dimanfaatkan secara optimal dan berkesinambungan,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provisni Kalimantan Barat, Andi Jab mengucapkan selamat atas telah diresmikannya RSUD ini, hingga dapat memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarkat di Kayong Utara.

“Tentu keberadaan rumah sakit ini menjadi komitmen pemerintah sebagai bentuk kepeduliannya kepada masyarakat. Untuk itu, saya mengapresiasi kinerja Bupati Hildi yang sangat peduli kepada kesehatan,” katanya.

Dirinya mengatakan, untuk kebutuhan dokter spesialis di RSUD Sultan Muhammad Jamaludin I, pihaknya akan berusaha dan mengupayakan agar dapat tesedia. Secara bertahap akan segera dilengkapi.

“Walau untuk rumah sakit pratama ini tidak wajib untuk ada dokter spesialis, dengan melihat sarana dan prasarana yang ada, sudah memugkinkan untuk ada dokter spesialis. Nanti kita akan mengirimkan surat ke Kementrian Kesehatan untuk dilakukan fisitasi untuk menilai kelayakan, baik dari peralatan dan lain sebagainya,” pungkasnya.

Telah Dinanti Masyarakat

Direktur RSUD Sultan Muhammad Jamaluddin I, Maria Fransisca Antonelly mengatakan, pembangunan rumah sakit ini telah lama dinanti oleh masyarakat, pada tahun 2018 rumah sakit ini baru dapat terealisasi untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. 

"Mudah-mudahan dengan adanya rumah sakit dapat memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat secara maksimal," ungkapnya. 

Maria menerangkan, salah satu alasan sangat perlu adanya rumah sakit di Kayong Utara, yakni dengan melihat kebutuhan kesehatan yang semakin meningkat. Apa lagi, melihat angka rujukan yang tidak bisa dihindari. 

"Sarana transportasi termasuk sulit, sehingga menjadi kendala juga. Hal tersebut yang membuat Pemda berharap adanya rumah sakit di Kayong Utara," katanya.

Dikatakannya, perjuangan untuk membangun rumah sakit ini sudah ada sejak tahun 2012. Dengan terus melakukan penjajakan studi banding dibeberapa daerah. Sehingga 2018 barulah dapat terealisasi.  

"Untuk itu, kita harapkan dengan adanya rumah sakit ini dapat memberikan kontribusi maksimal," jelasnya. 

Mengenai peralatan medis, dikatakannya dipersiapkan tentu dengan mengacu pada tipe rumah sakit, yakni tipe D. Sedangkan untuk tenaga dokter spesialis, masih diupayakan. 

"Hal-hal yang masih disempurnakan masih cukup banyak. Salah satunya dokter spesialis, dan standarisasi pelayanana," pungkasnya. (ble/pul)