Polisi Masih Dalami Kasus PNS Kayong Utara Sebar Ujaran Kebencian

Kayong Utara

Editor Andrie P Putra Dibaca : 433

Polisi Masih Dalami Kasus PNS Kayong Utara Sebar Ujaran Kebencian
Pelaku ujaran kebencian diamankan polisi. (ist)@
SUKADANA, SP - Kapolres Kayong Utara, AKBP Arief Kurniawan menyebutkan, saat ini kasus dugaan ujaran kebencian oleh FSA, PNS menjabat sebagai kepala sekolah di Kayong Utara masih dalam proses pendalaman.

Dengan demikian, pihak kepolisian belum dapat memberikan penjelasan lebih banyak. 

"Masih kita dalami saat ini," ujar Arief Kurniawan, Senin (14/5).

Atas kejadian ini, dia mengimbau masyarakat untuk bijak dalam menggunakan media sosial yang ada,  tidak hanya Facebook. Jangan sampai karena unggaha  tersebut malah membuat masalah yang harus berurusan dengan hukum. 

"Ya bijak lah menggunakan media sosial ini, masih banyak hal positif yang bisa dilakukan," katanya.

Sebelumnya pada Minggu (13/5), FSA ditangkap polisi lantaran dalam unggahannya di akun Facebook, menulis dengan maksud pengeboman di gereja Surabaya merupakan upaya memberi kesan buruk agama tertentu, agar dana program anti teror cair, dan isu 2019 ganti presiden tenggelam.

Di akhir unggahan, dia seakan menegaskan peristiwa pilu itu sebuah bentuk rekayasa yang dilakukan "bong". 

"Sadis lu, bong...rakyat sendiri lu hantam juga. Dosa besar lu...!!!" tulisnya mengakhiri unggahan. 

Warganet lantas mengunggah ulang unggahan itu dan menganggapnya sesuatu yang tidak selayaknya dilakukan lantaran bernada kebencian. Unggahan warganet itu pun disertai tangkapan layar unggahan FSA dan penelusuran identitasnya sebagai PNS. (ble)