Sanksi PNS Kayong Utara Sebar Ujaran Kebencian Tunggu Proses Hukum

Kayong Utara

Editor K Balasa Dibaca : 1398

Sanksi PNS Kayong Utara Sebar Ujaran Kebencian Tunggu Proses Hukum
FSA saat memberikan keterangan di kantor polisi. (ist)
SUKADANA, SP - Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kayong Utara, Romi Wijaya menyebutkan pihaknya menunggu proses hukum FSA, kepala sekolah yang terlibat kasus dugaan ujaran kebencian.

"Prinsipnya kita menunggu proses oleh kepolisian," jelasnya, Senin (14/5).

Terkait sanksi yang akan diberikan kepada FSA, Romi belum dapat menjelaskan sanksi apa yang akan diberikan, karena proses hukum masih berjalan. 

"Proses penegakan disiplin PNS menunggu putusan tersebut," sebutnya. 

Sebelumnya pada Minggu (13/5), FSA ditangkap polisi lantaran dalam unggahannya di akun Facebook, menulis dengan maksud pengeboman di gereja Surabaya merupakan upaya memberi kesan buruk agama tertentu, agar dana program anti teror cair, dan isu 2019 ganti presiden tenggelam.

Di akhir unggahan, dia seakan menegaskan peristiwa pilu itu sebuah bentuk rekayasa yang dilakukan "bong". 

"Sadis lu, bong...rakyat sendiri lu hantam juga. Dosa besar lu...!!!" tulisnya mengakhiri unggahan. 

Warganet lantas mengunggah ulang unggahan itu dan menganggapnya sesuatu yang tidak selayaknya dilakukan lantaran bernada kebencian. Unggahan warganet itu pun disertai tangkapan layar unggahan FSA dan penelusuran identitasnya sebagai PNS. (bls)