Harga Sembako Stabil Jelang Ramadan, Warga Minta Pemda Dapat Menjaganya

Kayong Utara

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 127

Harga Sembako Stabil Jelang Ramadan, Warga Minta Pemda Dapat Menjaganya
OPERASI PASAR - Giat Operasi Pasar yang dilakukan Polsek Teluk Batang, di sejumlah toko jelang menyambut bulan suci Ramadhan. Pada giat tersebut, belum ada ditemukan harga kebutuhan pokok yang melonjak naik. (SP/Bule)
Pedagang Keliling, Rumiyani
“Kecuali kalau pengirimannya terlambat, itu yang bisa membuat harganya melambung naik”

SUKADANA, SP - Jelang bulan suci Ramadhan, harga kebutuhan pokok di pasar tradisional Sukadana, Kabupaten Kayong Utara hinga saat ini masih relatif stabil.

Dari pantauan, harga komoditas seperti telur ayam berkisar Rp1.600 perbutir, daging ayam potong Rp30 ribu per kilogram, beras lokal berkisaran antara Rp11 hingga Rp12 ribu per kilonya. Sedangkan minyak goreng masih bertahan di harga Rp8 ribu perliternya, sedangkan gula pasir Rp14.000 satu kilogram.

Sementara untuk kebutuhan rempah-rempah, seperti bawang merah Rp40 ribu dan bawang putih Rp35 ribu, sedangkan cabai masih terbilang normal berkisar Rp80 ribu sampai Rp90 ribu per kilogramnya.

Salah satu pedagang keliling, Rumiyani mengatakan, harga tersebut masih normal, karena pasokan komoditas yang sebagian besar didatangkan dari Pontianak masih lancar hingga saat ini.

“Kecuali kalau pengirimannya terlambat, itu yang bisa membuat harganya melambung naik,” ujar Rumiyani, Senin (14/5).

Rumiyani berharap, agar kebutuhan pokok masyarakat tersebut dapat terus terjaga kestabilannya hingga bulan Ramadhan tiba. Dengan begitu masyarakat pasti juga akan merasa tenang.

“Agar masyarakat juga tidak terkejut dengan harga jika sewaktu-waktu ada kenaikan. Dan pastinya juga barang- barang yang kami jual bisa cepat laku dan tidak membusuk,” terang pedagang yang menggunakan sepeda motor ini.

Stabilitas harga ini pun diharapkan salah seorang ibu rumah tangga asal Kayong Utara, Lina Nurlita. Ia berharap agar ada intervensi dari Pemerintah Daerah (Pemda) untuk menjaga dan mengawasi pasar selama bulan Ramadhan hingga Idul Fitri nanti. Karena menurutnya, pedagang  biasanya memanfaatkan momen tertentu untuk menaikkan harga sembako.

“Kita berharap Pemda dalam hal ini dinas terkait dapat turun langsung ke lapangan, lihat harga barang-barang yang dijual pedagang. Jangan sampai, kebutuhan bulan Ramadhan yang cukup banyak, ditambah beban lagi dengan harga yang melonjak tinggi,” harapnya.

Sementara itu, pihak kepolisian saat ini juga sudah mulai melakukan Giat Operasi Pasar. Seperti di daerah Kecamatan Teluk  Batang.

Dikatakan Kapolsek Teluk Batang, IPTU Jumari Setiawan, bahwa saat melakukan operasi pasar, harga kebutuhan pokok masih dalam keadaan normal. 

"Ini merupakan Giat Operasi Pasar menjelang Ramadhan. Dari giat ini kita lihat untuk stok juga masih masih cukup, dan harga belum ada yang mengalami kenaikan," pungkasnya.

Mekanisme Pasar yang Tentukan

KEPALA Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koprasi (Disperindagkop) Kayong Utara, Azahari Asnand mengatakan, saat ini memang belum ada kenaikan harga yang signifikan terhadap sembilan bahan pokok dan lainnya.

"Masih aman sekarang. Harga relatih masih bisa terjangkau oleh masyarakat Kayong Utara," ujarnya, Asnand saat dikonfirmasi via seluler, Senin (14/5).

Hanya saja dikatakannya, untuk H-1 dan hari pertama puasa pihaknya belum dapat tahu. Sebab biasanya mekanisme pasar yang menentukan.

"Biasa itu kalau permintaan yang tinggi harga pun bisa menjadi naik, nah itu yang perlu kita antisipasi juga," pungkasnya. (ble/pul)