Satu Tahun Tower Sinyal Tak Berfungsi, Masyarakat Karimata Minta Kepedulian Presiden

Kayong Utara

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 107

Satu Tahun Tower Sinyal Tak Berfungsi, Masyarakat Karimata Minta Kepedulian Presiden
TOWER - Tower bantuan dari pemerintah pusat dalam Hal ini Kementrian Informasi dan Informatika, tidak lagi berfungsi sebagaimana mestinya. Hal ini pula yang menjadi keluhan masyarakat. (SP/Bule)
Hampir satu tahun masyarakat di Kecamatan Kepulauan Karimata, khususnya tiga desa yakni, Pelapis, Padang dan Betok tidak lagi memiliki signal handphone. Karena tower bantuan dari pemerintah pusat dalam Hal ini Kementrian Informasi dan Informatika, tidak lagi berfungsi sebagaimana mestinya. 

SP - Tentu dengan tidak adanya signal ini, membuat komunikasi masyarakat tiga desa tersebut dengan masyarakat luar jadi terputus. Hal ini yang menjadi keluhan masyarakat setempat, karena mereka merasa terosilir.

“Kami merasa terisolir dengan keadaan seperti ini, kami berharap Bapak Presiden melalui Kementrian terkait dapat membantu menyelesaikan masalah ini. Karena tower di sini dibangun oleh mereka dan menggunakan sistem satelit,” ungkap pemuda asal Desa Pelapis Kecamatan Kepulauan Karimata, Jumadi, Kamis (24/5).

Sulitnya komunikasi ini juga, membuat para orang tua yang menyekolahkan anaknya ke kecamatan di luar Kepulauan Karimata menjadi khawatir, karena tidak dapat menghubungi mereka. Maka dari itu, Jumadi meminta tower yang dibangun 2015 silam dapat segera difungsikan kembali, karena keberadaannya sangat membantu masyarakat tiga desa ini. 

“Tidak ada signal ini, membuat masyarakat yang berada di kepulauan kembali ke peradaban dulu. Sangat sulit mengakes informasi dari luar,” bebernya.

Sebagaiaman diketahui, Bupati Kayong Utara, Hildi Hamid sempat terharu saat melakukan kunjungan kerja ke kecamatan termuda di KKU itu, dimana saat ditawarkan kepada masyarakat bantuan apa yang diminta kepada pemerintah untuk meningkatkan perekonomian, justru mereka tidak minta macam-macam.

“Kami tidak butuh kapal untuk kami bisa bolak-balik ke Sukadana atau Pontianak, tapi kami butuh sinyal telekomunikasi,” ucap Hildi menirukan permintaan masyarakat waktu itu. (bule/ktp/pul)