Ketua DPD RI Silaturahmi dengan Warga Kayong, OSO Minta Warga Pilih Pemimpin yang Baik

Kayong Utara

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 364

Ketua DPD RI Silaturahmi dengan Warga Kayong, OSO Minta Warga Pilih Pemimpin yang Baik
FOTO BERSAMA - Ketua DPD RI, Oesman Sapta Oedang berfoto bersama dengan masyarakat Kayong Utara. (Ist)
Jelang Pilkada pada tanggal 27 Juni nanti, baik tingkat kabupaten maupun provinsi,  Ketua DPD RI, Dr. (HC) Oesman Sapta mengingatkan agar masyarakat harus mencari pemimpin yang baik. 

SP - "Selain baik, seorang Pemimpin juga harus jujur, berpihak kepada rakyat dan menolong rakyat. Serta menyejahterakan rakyat," ucap Oesman Sapta beberapa waktu lalu, saat hadir di Kayong Utara. 

Dirinya mencontohkan, apa telah diperbuat dan dilakukan oleh Bupati Kayong Utara, Hildi Hamid selama dua periode memimpin Kabupaten Kayong Utara.

Lebih lanjut disampaikannya, banyak sekali pembangunan yang telah dilakukan Bupati Kayong Utara, Hildi Hamid, karena kepekaan dirinya terhadap kepentingan-kepentingan daerah dan masyarakat. 

"Itu sebabnya, saya harapkan semua kepala daerah di Kalbar, betul-betul berpihak kepada rakyat. Berpihak kepada pembangunan daerah. Dan dapat memakmurkan daerah dan rakyat. Jangan ada ego. Ego merasa berkuasa, tetapi tidak berbuat apa-apa untuk rakyat," sebutnya lagi.

Selain itu, masyarakat tidak boleh mengedepankan identitas kesukuan. Yang ada, hanyalah Indonesia. Bangsa Indonesia satu, bahasanya satu. Dan yang dipilih juga orang Indonesia. 

"Jadi, buat apalagi. Tidak ada itu suku-suku di sini. Suku, ya suku Indonesia. Yang betul-betul berdasarkan Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka tunggal Ika. Jangan ada perbedaan-perbedaan suku, terus mengelompokkan suku. Tidak ada itu," tegasnya.

Oesman Sapta juga mengimbau kepada masyarakat Kalbar, agar memilih pemimpin yang betul-betul menurut Hati Nurani. Memilih pemimpin yang bertaqwa, bermartabat dan berpihak kepada rakyat. Serta tidak boleh diintervensi oleh siapa pun juga. 

"Pemilu ini jangan dipancing-pancing untuk ribut. Jangan dikira orang diam, terus tidak berani ribut juga. Suatu saat semut diinjak pun, bisa mematikan Gajah. Lebih baik dibangun suatu ketenangan, satu keihklasan," tuturnya lagi. (muhammad syarief/lis)